![]() |
| Salah seorang calon peserta Program Paskamu UM Sumbar, sedang mengikuti ujian seleksi kompetensi bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. (ist) |
Padang – Sebanyak 20 orang mahasiswa yang sudah diterima di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar), terutama dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Farmasi ikuti seleksi mengikuti Program Paskamu.
‘’Paskamu adalah singkatan dari Program Sekolah Kader Muhammadiyah yang berada di dalam naungan UM Sumbar. Peserta program adalah mahasiswa yang sudah diterima di UM Sumbar, mendapat rekomendasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah/Aisyiyah, dan lolos seleksi,” kata Ketua Program Paskamu UM Sumbar Syamsurizal, MHI di Kampus UM Sumbar Koto Tangah, Padang, Kamis (23/9).
Hal itu disebutkannya, di sela-sela kegiatan seleksi yang dilaksanakan dengan beragam materi uji. Mahasiswa yang lulus seleksi dan diterima sebagai peserta program, imbuhnya, akan memperoleh beasiswa untuk uang SPP selama delapan semester, uang unires delapan semester, dan tinggal di asrama.
Sedangkan materi uji yang diikuti meliputi Al-Islam Kemuhammadiyahan, Tilawah Alquran, Praktek Shalat Wajib Lima Waktu, Fiqh Ibadah, Bahasa Arab dengan keterampilan membaca Kitab Kuning, Bahasa Inggris, dan lain-lain.
Sedangkan tim penguji terdiri dari Dr. Mursal, Syamsurizal, M.Ag, dan Dr. Ahmad Lahmi untuk kompetensi bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan. Kompetensi Bahasa Arab diuji Dr. Mahyuddin dan Fitri Alrasi, MA, sementara Efri Yoni, MA dan Anesia Noveliza, MA menjadi penguji kompetensi bidang Bahasa Inggris.
Syamsurizal menjelaskan, program ini bertujuan menciptakan kader Muhammadiyah yang memiliki keahlian, terutama dalam hal mengintegrasikan konsep keilmuan dengan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, kecakapan hidup, ilmu komunikasi, dan keterampilan memimpin organisasi.
Dibukanya program Paskamu, imbuhnya, merupakan jawaban atas persoalan yang dihadapi Muhammadiyah beberapa waktu belakangan, di antaranya dalam rangka menyiapkan kader pimpinan yang cakap berorganisasi, tetapi memiliki keilmuan dan keberagamaan yang mantap.
UM Sumbar merupakan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang kini mulai berkembang. Kampusnya ada di Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Payakumbuh. Selain memberi bekal tambahan kepada mahasiswa dalam bentuk keterampilan berorganisasi, kini juga dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung untuk mendalami agama Islam, sebagai salah satu ciri PTM.
Bila menilik sejarah, universitas ini sebenarnya sudah berdiri sejak 18 November 1955 yang berpusat di Padang Panjang, kemudian meluas ke berbagai kota di Sumbar dalam bentuk Sekolah Tinggi dan Akademi. Baru digabung lagi (merger) ke dalam satu institusi UMSB yang kian menunjukkan eksistensinya. (heri)













