H20 2026 Perluas Peran Indonesia di Industri Halal Global

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan.

Jakarta – Keterlibatan puluhan negara dalam The 5th Summit of Halal 20 (H20) 2026 dinilai menjadi peluang bagi Indonesia untuk semakin memperkuat perannya dalam pengembangan industri halal internasional.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan forum tersebut menunjukkan bahwa H20 terus berkembang menjadi wadah pertemuan para pemangku kepentingan halal dari berbagai negara.

Gelaran H20 tahun ini diikuti peserta dari 48 negara dengan total sekitar 450 undangan. Sejumlah pejabat dan perwakilan negara sahabat turut hadir, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, sejumlah menteri, Wakil Perdana Menteri Malaysia, serta para duta besar.

Menurut Haikal, tingginya kehadiran peserta internasional mencerminkan semakin luasnya perhatian terhadap kerja sama di sektor halal. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempertemukan negara, lembaga, dan pelaku industri dalam membangun jaringan halal lintas negara.

Baca Juga  KUA-PPAS 2026 Diserahkan, Pemko Padang Prioritaskan Pembangunan Berkelanjutan

Ia menilai keberadaan H20 dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi internasional. Kerja sama tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan ekosistem halal hingga peningkatan hubungan antarlembaga yang berkepentingan di sektor tersebut.

Haikal berharap penyelenggaraan H20 dari tahun ke tahun semakin memiliki jangkauan global. Dengan demikian, Indonesia dapat terus mengambil bagian dalam pembentukan dan pengembangan ekosistem halal di tingkat internasional.

Menurut dia, perkembangan forum tersebut juga berkaitan dengan visi Indonesia di bidang halal yang ingin memberikan manfaat lebih luas. Ia mengaitkan hal itu dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto agar industri halal Indonesia tidak hanya berdampak bagi masyarakat dalam negeri, tetapi juga masyarakat dunia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sejumlah langkah berkelanjutan. Di antaranya memperluas kerja sama antarnegara, meningkatkan kapasitas sumber daya, menyelaraskan dan mengembangkan standar halal, serta memperbanyak pertukaran pengetahuan.

Baca Juga  Dari China ke Indonesia, Changan Bawa Warisan Kualitas 30 Juta Kendaraan

Selain itu, konektivitas antara lembaga pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan di negara-negara lain juga dinilai penting untuk membangun ekosistem halal yang semakin terintegrasi.

Dengan partisipasi internasional yang terus bertambah, BPJPH optimistis H20 dapat berkembang sebagai forum strategis dalam memperkuat jaringan industri halal dunia sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi Indonesia untuk berkontribusi di tingkat global.(BY)