Gempa M6,4 Guncang Simalungun Sabtu Sore, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Ilustrasi.
Ilustrasi.

JakartaGempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/8/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi beberapa jam setelah gempa besar bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.54 WIB. Episentrum berada di daratan sekitar 10 kilometer tenggara Simalungun dengan kedalaman mencapai 163 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami. Meski demikian, getaran dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah. Masyarakat melaporkan guncangan mencapai IV MMI di Sibolga, III-IV MMI di Nagan Raya, serta III MMI di Simeulue, Banda Aceh, Aceh Barat, Padang Sidempuan, dan Medan. Getaran juga dirasakan oleh sebagian warga di Sumatera Barat.

Baca Juga  Jemaah Haji Indonesia Mulai Berangkat, Total 213.860 Orang Telah Lunasi BPIH

Sampai laporan ini dibuat, belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan ataupun korban akibat gempa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun masih melakukan pemantauan dan pendataan untuk mengetahui kondisi di lapangan.

Guncangan tersebut sempat membuat warga panik. Sejumlah masyarakat memilih keluar dari rumah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi gempa susulan. Aktivitas warga di kawasan pusat Kota Simalungun juga dilaporkan sempat terganggu selama beberapa menit.

BMKG meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diingatkan agar tidak menyebarkan atau mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta selalu mengikuti perkembangan dari kanal resmi BMKG.

Baca Juga  Presiden Prabowo Masuk Daftar Tokoh Dunia Penerima Grand Order of Mugunghwa

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi. Gempa tersebut sempat memunculkan peringatan tsunami dan dilaporkan menyebabkan korban jiwa.

Terjadinya gempa di dua wilayah berbeda dalam waktu yang berdekatan menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi di berbagai daerah Indonesia.(des*)