Amran Optimistis El Nino Tak Picu Krisis Pangan, Stok Beras Capai 5,2 Juta Ton

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung dengan intensitas tinggi pada tahun ini tidak akan mengancam ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi sehingga potensi gagal panen diperkirakan hanya terjadi secara terbatas dan tidak berdampak pada pasokan beras secara nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran usai mengikuti rapat terbatas mengenai penanganan cuaca ekstrem dan mitigasi bencana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Ia mengakui kemungkinan terdapat sejumlah wilayah yang mengalami gangguan produksi akibat kondisi cuaca. Namun, skala dampaknya dinilai tidak signifikan sehingga tidak akan memengaruhi ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Amran menjelaskan, pemerintah telah menyusun strategi menghadapi ancaman El Nino sejak awal masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pengalaman menghadapi musim kering pada periode 2023–2024 menjadi dasar penyusunan berbagai langkah antisipatif di sektor pertanian.

Beragam program telah dijalankan untuk menjaga produktivitas lahan, di antaranya penyaluran sekitar 150 ribu pompa air, rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup sekitar 900 ribu hektare, penyediaan benih tahan kekeringan, optimalisasi lahan rawa seluas kurang lebih 800 ribu hektare, pembukaan lebih dari 200 ribu hektare sawah baru, hingga pembangunan embung serta sumur dangkal dan sumur dalam.

Baca Juga  Tujuh Warga Padang Pariaman Tewas Tertimbun Longsor

Di sisi lain, Amran menilai kondisi cuaca saat ini justru memberikan keuntungan bagi petani karena hujan masih turun di sejumlah daerah. Curah hujan yang masih tinggi dinilai dapat membantu menjaga pasokan air untuk lahan pertanian, meski pemerintah tetap mengingatkan daerah agar mewaspadai potensi banjir sesuai peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Mengenai cadangan pangan, Amran memastikan stok nasional berada pada level yang aman. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton, dan jumlah tersebut masih didukung oleh produksi padi yang sedang berlangsung di berbagai wilayah.

Selain stok di Bulog, pemerintah juga memperhitungkan tanaman padi yang saat ini masih berada dalam masa pertumbuhan dengan potensi hasil panen sekitar 10 hingga 11 juta ton. Di luar itu, ketersediaan beras yang tersimpan di rumah tangga, hotel, restoran, dan sektor horeka diperkirakan mencapai sekitar 12 juta ton.

Baca Juga  Harga Beras Nasional Stabil, Wilayah Timur Masih Terdampak Biaya Logistik Tinggi

Dengan kombinasi stok cadangan dan potensi panen tersebut, Amran optimistis kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam beberapa bulan ke depan hingga memasuki masa panen raya berikutnya. Karena itu, ia menilai masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan lonjakan harga beras akibat fenomena El Nino.

Menurutnya, pemerintah memiliki cadangan yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga apabila sewaktu-waktu diperlukan intervensi di pasar.(BY)