Harga Minyak Dunia Naik Tajam setelah Trump Sebut Perdamaian dengan Iran Telah Berakhir

Harga minyak dunia melonjak hampir 6 persen usai Presiden AS Donald Trump menyatakan perjanjian damai dengan Iran telah berakhir pada Rabu (8/7/2026).
Harga minyak dunia melonjak hampir 6 persen usai Presiden AS Donald Trump menyatakan perjanjian damai dengan Iran telah berakhir pada Rabu (8/7/2026).

JakartaHarga minyak mentah di pasar global mengalami kenaikan tajam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan damai antara Washington dan Teheran tidak lagi berlaku. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Berdasarkan laporan Associated Press, Rabu (8/7/2026), harga minyak mentah Brent naik sekitar 5,6 persen hingga menembus level di atas 78 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Sementara itu, minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), menguat sekitar 5,8 persen menjadi 74,55 dolar AS per barel.

Komentar Trump muncul tidak lama setelah militer AS melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas insiden penyerangan terhadap tiga kapal yang berlayar di kawasan Selat Hormuz.

Dalam sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang berlangsung di Ankara, Turki, Trump menegaskan dirinya tidak lagi menganggap kesepakatan damai dengan Iran masih berlaku. Meski demikian, ia mengatakan jalur komunikasi dan pembicaraan dengan pemerintah Iran tetap akan diteruskan.

Baca Juga  Prabowo; Anak Petani Harus Berani Bermimpi Jadi Insinyur hingga Jenderal

Sebelumnya, harga minyak sempat bergerak turun dari posisi di atas 100 dolar AS per barel dan kembali ke kisaran sebelum konflik antara Amerika Serikat dan Iran memanas pada akhir Februari.

Sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan, kedua negara sebelumnya menyepakati kebijakan sementara yang memungkinkan kapal-kapal melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya selama 60 hari.

Namun, pemerintah Iran menegaskan tetap ingin mempertahankan kewenangannya dalam mengatur lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut. Teheran juga menyatakan akan mulai memberlakukan biaya bagi kapal yang melintas setelah masa tenggang berakhir, sebuah langkah yang berpotensi mengubah sistem pelayaran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Tiga kapal yang menjadi sasaran serangan pada Selasa (7/7/2026) dilaporkan melintasi jalur pelayaran yang berada di dekat wilayah pesisir Oman, bukan melalui rute yang berada di bawah pengawasan Iran.

Baca Juga  Kantor Distributor Kartu Seluler di Makassar Terbakar

Di sisi lain, gejolak di pasar energi juga berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap tingginya valuasi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sejumlah pelaku pasar menilai lonjakan harga saham di sektor tersebut mulai melampaui proyeksi pertumbuhan produktivitas maupun keuntungan yang realistis, meskipun investasi untuk produksi chip dan pembangunan pusat data terus meningkat.(BY)