Menkeu Siapkan Sistem Otomatis untuk Tingkatkan Penerimaan Bea Cukai

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap rencana penerapan sistem pengawasan baru di industri hasil tembakau. Pemerintah akan memanfaatkan teknologi otomatis untuk memantau jumlah produksi rokok secara langsung dari pabrik dan menghubungkannya ke sistem pusat milik otoritas fiskal.

Program ini akan mulai dijalankan dalam waktu dekat, dengan target seluruh fasilitas produksi rokok sudah terpasang perangkat tersebut dalam jangka waktu sekitar enam bulan. Implementasinya berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Melalui sistem ini, setiap proses produksi akan tercatat secara real-time dan langsung terintegrasi dengan pusat data. Tujuannya adalah meminimalkan potensi kebocoran penerimaan negara, khususnya dari sektor cukai yang selama ini rawan pelanggaran.

Baca Juga  Kapal Meledak di Pelabuhan Bajoe Sulsel, Dua ABK Terluka

Selain mencatat jumlah produksi, teknologi tersebut juga dirancang mampu mengidentifikasi berbagai bentuk penyimpangan, baik dari sisi administrasi maupun praktik di lapangan. Dengan begitu, pengawasan diharapkan menjadi lebih akurat dan transparan.

Langkah digitalisasi ini dipandang penting untuk meningkatkan kinerja penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai. Pasalnya, hingga pertengahan 2026, realisasi penerimaan masih menunjukkan pertumbuhan yang terbatas.

Data menunjukkan, penerimaan Bea dan Cukai sampai Mei 2026 berada di kisaran Rp123,8 triliun atau hanya meningkat tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut baru memenuhi sekitar sepertiga dari target dalam APBN 2026 yang mencapai Rp336 triliun.

Baca Juga  Ekosistem Anti-Korupsi Dibangun dari Hulu, Kementerian PANRB Perkuat Zona Integritas, Pengelolaan Konflik Kepentingan, dan Digitalisasi Layanan Publik

Dengan adanya sistem baru ini, pemerintah berharap pengawasan menjadi lebih efektif sehingga penerimaan negara dapat terdongkrak dan potensi kehilangan pendapatan bisa ditekan secara signifikan.(BY)