Auto2000 Tahan Harga di Tengah Pelemahan Rupiah dan Gejolak Global

Dolar AS Meroket, Auto200 Sebut Belum Ada Kenaikan Harga Sparepart dan Oli.
Dolar AS Meroket, Auto200 Sebut Belum Ada Kenaikan Harga Sparepart dan Oli.

Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menjadi perhatian, terutama bagi sektor otomotif yang sangat bergantung pada komponen impor. Kondisi ini berpotensi memengaruhi harga kendaraan maupun suku cadang di dalam negeri.

Harga Masih Ditahan Meski Rupiah Melemah

Pimpinan Auto2000, Anton Jimmy Suwandi, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menaikkan harga oli maupun komponen kendaraan. Padahal, kurs rupiah sempat menyentuh kisaran Rp18.000 per dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, kenaikan biaya akibat fluktuasi dolar belum sepenuhnya diteruskan ke konsumen. Selain faktor kurs, kondisi global seperti konflik geopolitik—terutama di kawasan Timur Tengah—juga turut memengaruhi harga bahan baku seperti plastik dan material lainnya.

Ia menambahkan, jika melihat tren sebelumnya, pelemahan rupiah biasanya diikuti kenaikan harga mobil dan suku cadang. Namun, saat ini perusahaan masih menahan penyesuaian harga sehingga menjadi momentum bagi konsumen untuk melakukan pembelian sebelum terjadi kenaikan.

Baca Juga  Mazda CX-30 Akan Tampil Memukau di ICE BSD untuk GIIAS 2024

Fokus ke Dunia Balap Nasional

Di sisi lain, Auto2000 juga mengumumkan kembalinya tim balap mereka, GR Garage Auto2000 Racing Team (GRT), dalam ajang Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1200 dan Agya One Make Race (OMR) musim 2026.

Seluruh seri balapan tersebut akan digelar di Sirkuit Mandalika sebagai bagian dari Mandalika Festival of Speed 2026. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung perkembangan motorsport nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya mekanik.

Pada musim sebelumnya, tim GRT mencatatkan performa cukup baik dengan meraih puluhan podium dan menempati posisi tiga besar di bawah tim pabrikan. Tahun ini, mereka menargetkan hasil yang lebih tinggi dengan komposisi pembalap profesional.

Baca Juga  Target Pertumbuhan Ekonomi 8% di Tengah Ketidakpastian Global

Tim yang berdiri pada 2025 tersebut mendapat dukungan dari Toyota-Astra Motor melalui Toyota Gazoo Racing Indonesia serta Toyota Customizing & Development dalam pengembangan kendaraan balap berbasis Toyota Agya.

Dengan kombinasi pengalaman musim lalu dan persiapan yang lebih matang, GRT optimistis dapat kembali bersaing dan meraih hasil maksimal di ajang balap nasional 2026.(BY)