Menkeu Klarifikasi Pernyataan Prabowo, Imbau Publik Tak Panik soal Rupiah

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal masyarakat desa yang disebut tidak menggunakan dolar AS. Ia menilai pernyataan tersebut lebih sebagai bentuk komunikasi yang bertujuan menenangkan masyarakat sekaligus menggambarkan kondisi nyata di lapangan.

Purbaya menyayangkan adanya pihak-pihak yang dinilai membesar-besarkan pernyataan tersebut hingga memicu perdebatan yang tidak perlu di ruang publik. Menurutnya, konteks ucapan Presiden saat itu lebih kepada pendekatan komunikasi kepada masyarakat pedesaan.

Ia juga menanggapi anggapan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah tetap berdampak ke desa. Menurutnya, polemik tersebut justru berkembang karena narasi yang disebarluaskan secara berlebihan.

Untuk meredakan kekhawatiran terkait pergerakan rupiah terhadap dolar AS, Purbaya mengimbau masyarakat agar tidak panik. Ia memastikan kondisi ekonomi nasional, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), masih dalam keadaan yang kuat dan terkendali.

Baca Juga  Prabowo; Game Kekerasan Bisa Bentuk Karakter Agresif pada Generasi Muda

Lebih lanjut, ia menanggapi pandangan sejumlah analis, termasuk dari media internasional seperti The Economist, yang menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada belanja pemerintah. Purbaya menegaskan bahwa struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini lebih berimbang.

Ia menjelaskan bahwa pada kuartal I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,6 persen dengan kontribusi terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga. Selain itu, investasi dan belanja pemerintah juga turut menyumbang, disertai peran ekspor dan impor.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga dengan baik, sehingga tidak ada alasan untuk khawatir berlebihan terhadap kondisi ekonomi.

Purbaya juga menekankan bahwa strategi pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga mendorong peran sektor swasta. Ia menilai kebijakan reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah telah membantu memperkuat fondasi pertumbuhan, bahkan sebelum adanya tekanan ekonomi global.

Baca Juga  Setyo Budiyanto Siap Jalankan Arahan Antikorupsi Prabowo

Ia menambahkan, capaian pertumbuhan ekonomi di tengah situasi global yang tidak stabil menjadi bukti bahwa arah kebijakan yang ditempuh pemerintah sudah berada di jalur yang tepat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa fluktuasi nilai tukar dolar AS tidak terlalu berdampak bagi masyarakat desa karena mereka tidak bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Ia juga menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional masih aman, bahkan ketika sejumlah negara lain mengalami tekanan.(BY)