Bisnis Unik Jelang Iduladha, Salon Kambing di Cilacap Laris Manis Diserbu Pedagang

Kambing yang akan dijual sebagai hewan kurbanbersolek di salon khusus kambing.
Kambing yang akan dijual sebagai hewan kurbanbersolek di salon khusus kambing.

Jakarta – Menjelang Hari Raya Iduladha, aktivitas jual beli hewan kurban di berbagai daerah mulai meningkat tajam.

Salah satunya terlihat di Pasar Hewan Karangpucung di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang kini dipadati para pedagang kambing. Menariknya, di lokasi ini terdapat sebuah “salon kambing” yang justru sedang kebanjiran pelanggan.

Para pemilik dan pedagang kambing datang silih berganti membawa hewan ternaknya untuk dirawat agar tampil lebih menarik. Perawatan ini dilakukan agar kambing terlihat lebih bersih, gagah, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di mata calon pembeli.

Jaja, satu-satunya pemilik salon kambing di area pasar tersebut, mengaku kewalahan karena lonjakan permintaan yang terjadi menjelang Iduladha. Ia menyediakan berbagai layanan perawatan yang mirip dengan grooming hewan peliharaan pada umumnya.

Beberapa layanan yang paling banyak diminati antara lain pemangkasan tanduk kambing yang dianggap terlalu panjang atau tidak rapi. Proses ini dilakukan menggunakan alat seperti gergaji besi dan kikir agar bentuk tanduk lebih simetris.

Baca Juga  SIMKAH Catat Kenaikan Pernikahan 2025, Digitalisasi Layanan Dinilai Berperan

Selain itu, ada juga perawatan kuku atau semacam “manikur dan pedikur” untuk kambing, yaitu memotong serta membersihkan kuku agar kaki hewan terlihat lebih kuat dan rapi. Tidak hanya itu, bulu kambing yang kusut atau kotor juga disisir dan dirapikan menggunakan gunting khusus agar tampak lebih terawat dan “menarik”.

“Untuk satu ekor kambing biasanya butuh sekitar 30 menit, tergantung kondisi dan permintaan pemiliknya,” kata Jaja, Kamis (14/5/2026).

Layanan ini menjadi solusi bagi para pedagang yang ingin meningkatkan daya tarik hewan jualannya. Biaya perawatan pun relatif terjangkau, yakni berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per ekor, tergantung jenis layanan yang dipilih.

Lonjakan pelanggan terlihat cukup signifikan. Jika pada hari biasa Jaja hanya menangani sekitar 10 hingga 20 ekor kambing per hari, maka menjelang Iduladha jumlahnya meningkat menjadi sekitar 25 hingga 35 ekor per hari.

Salah satu pemilik kambing, Haru, mengaku selalu merawat hewan ternaknya sebelum dijual di pasar. Menurutnya, kambing yang sudah dirapikan tampil lebih menarik dan lebih mudah menarik minat pembeli.

Baca Juga  Suka Makanan Manis? Begini Cara Turunkan Asupan Gula Tanpa Stres

“Kalau sudah rapi, tanduknya seimbang dan bulunya bersih, kambing jadi terlihat lebih bagus. Pembeli biasanya lebih tertarik, dan harga jualnya juga bisa naik,” ujarnya.

Keberadaan salon kambing ini pun menjadi daya tarik tersendiri di Pasar Hewan Karangpucung Pasar Hewan Karangpucung, karena membantu pedagang meningkatkan nilai jual hewan kurban mereka menjelang perayaan Iduladha.(des*)