Jakarta – Pemerintah tengah mematangkan rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan di Bali. Kawasan ini disiapkan dengan pendekatan regulasi serta insentif khusus untuk menarik investor dari berbagai negara. Program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa KEK tersebut akan dibangun di atas lahan sekitar 100 hektare. Salah satu keunikan yang ditawarkan adalah penerapan sistem hukum berbasis common law yang mengikuti standar internasional, mirip dengan model yang digunakan di Dubai, Uni Emirat Arab. Namun, di luar kawasan tersebut, sistem hukum nasional Indonesia tetap berlaku seperti biasa.
“Luasnya sekitar 100 hektare. Di dalam kawasan itu pakai common law seperti di Dubai, tapi di luar tetap hukum kita yang berlaku,” ujar Purbaya di kantornya, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan bahwa penerapan sistem hukum yang berbeda dalam satu wilayah negara bukan hal baru secara global. Beberapa negara memang mengombinasikan berbagai sistem hukum, termasuk common law dan hukum lainnya seperti syariah. Selain fleksibilitas regulasi, pemerintah juga menyiapkan insentif pajak yang sangat menarik untuk investor.
Purbaya bahkan menyebut kemungkinan pemberian tarif pajak hingga 0 persen bagi investor yang menanamkan modal di KEK Keuangan Bali.
“Kalau diminta, bisa saja saya berikan 0 persen. Karena sebelumnya juga belum ada,” katanya.
Menurutnya, kebijakan ini bukan hanya soal keringanan pajak, tetapi bagian dari strategi besar untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Masuknya investasi asing diharapkan dapat menambah cadangan devisa serta mendukung pembiayaan pembangunan.
Dampak lainnya adalah meningkatnya permintaan terhadap instrumen keuangan domestik, khususnya surat utang negara.
“Dengan begitu, potensi pembeli obligasi kita akan semakin besar,” jelasnya.
Pemerintah optimistis KEK Keuangan ini akan meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi global. Purbaya juga menegaskan bahwa proyek tersebut ditargetkan segera direalisasikan dalam waktu dekat, meski tahapan lanjut masih terus dipersiapkan.(BY)












