Rusnali Jelang Purnatugas Tembus Pangkat ‘Kombes’ ASN, Sejarah Polda Sumbar Pecah

Padang – Ledakan sejarah itu akhirnya terjadi di tubuh Polda Sumatera Barat. Di bawah komando Irjen.Pol.Dr.Drs.Gatot Tri Suryanta, M.Si,CSFA, seorang ASN bernama Rusnali menembus batas yang selama ini nyaris tak tersentuh. Meraih pangkat Pembina Utama Muda (IV/c), level tertinggi yang setara dengan Komisaris Besar Polisi.

Sebuah capaian yang bukan sekadar prestasi, tetapi penanda pecahnya “langit karier” ASN di institusi kepolisian daerah. Tak ada yang benar-benar biasa dari Rabu (1/4/2026) pagi itu.

Di halaman Mapolda Sumbar, Jalan Sudirman Padang, suasana khidmat terasa lebih dalam dari biasanya.

Ketika pangkat IV/c itu disematkan langsung oleh Kapolda, publik seolah menyaksikan bukan hanya seremoni, tetapi momen langka yang akan tercatat dalam sejarah panjang birokrasi Polri.

Di hadapan Wakapolda Solihin, para pejabat utama, serta jajaran personel Polri dan ASN, nama Rusnali mendadak menjelma simbol. Ia bukan lagi sekadar pegawai, tetapi representasi dari pengabdian panjang yang akhirnya menemukan puncaknya. Tepat di detik-detik terakhir masa tugasnya.

Kapolda Sumbar menegaskan dengan nada tegas: ini bukan formalitas. Ia menyebut capaian tersebut sebagai penghargaan tertinggi atas dedikasi dan loyalitas tanpa cela.

Baca Juga  Polda Sumbar Angkat Potensi Wisata Mentawai Lewat Sajian Lobster Raksasa

Bahkan lebih jauh, ia menggarisbawahi bahwa peristiwa ini adalah sejarah baru yang mematahkan batas-batas lama dalam jenjang karier ASN di lingkungan Polri.

“Ini sejarah baru. Saudara Rusnali adalah ASN pertama di Polda Sumbar yang mencapai pangkat setara Kombes Pol. Ini bukti bahwa loyalitas dan profesionalisme tidak pernah sia-sia,” tegas Gatot Tri Suryanta, mengunci makna dari momen tersebut.

Namun di balik tepuk tangan dan kebanggaan itu, tersimpan perjalanan sunyi yang panjang. Sejak 1992, Rusnali memulai langkahnya dari pangkat paling dasar, Pengatur Muda II/a.

Ia berpindah dari satu ruang pengabdian ke ruang lain SDM, Biro Perencanaan, hingga akhirnya dipercaya sebagai Kabag Watpers. Menjalani waktu yang tak selalu terlihat, tetapi penuh konsistensi.

Pangkat IV/c yang kini disandangnya bukan sekadar simbol administratif. Ia adalah akumulasi dari 34 tahun pengabdian tanpa jeda.

Lebih menggetarkan lagi, capaian ini datang hanya sebulan sebelum masa pensiun pada 1 Mei 2026. Ini seolah menjadi penutup sempurna dari perjalanan panjang yang nyaris tak bersuara.

Baca Juga  Penduduk di Calon Ibu Kota Negara Bertambah Ribuan Jiwa

Dalam suara yang tenang, Rusnali menyampaikan pesan yang sederhana namun menghunjam. Ia menyebut kejujuran, disiplin, dan keikhlasan sebagai fondasi utama.

“Bekerjalah dengan ikhlas dan sepenuh hati,” ujarnya, mengingatkan bahwa di balik jabatan dan pangkat, ada nilai yang jauh lebih abadi.
Kini, kisah itu tak lagi milik pribadi.

Ia telah menjelma inspirasi bagi keluarga besar Polda Sumbar, dan bagi seluruh ASN di Indonesia. Bahwa dalam sunyi birokrasi, pengabdian yang tulus suatu hari bisa memecahkan sejarah.(aa/ssc).