Zona Industri Neot Hovav Terbakar, Satu Orang Terluka

Situs Heot Hovav, zona pabrik kimia utama Israel di Gurun Negev, terbakar
Situs Heot Hovav, zona pabrik kimia utama Israel di Gurun Negev, terbakar

Jakarta – Kawasan industri Neot Hovav, yang menjadi pusat pabrik kimia di Gurun Negev, Israel, mengalami kebakaran hebat setelah terkena serangan rudal dari Iran.

Menurut pihak berwenang Israel, kebakaran itu bukan akibat tembakan rudal langsung, melainkan dampak dari pecahan rudal pada Minggu (30/3/2026).

Otoritas setempat menyampaikan bahwa insiden ini melibatkan bahan berbahaya, sehingga memicu tanggap darurat. Setidaknya satu orang dilaporkan terluka, sementara pekerja di pabrik-pabrik sekitarnya dievakuasi demi keselamatan.

Dinas Pemadam Kebakaran Israel melaporkan bahwa salah satu tangki pestisida terkena dampak serangan. Video dari lokasi menunjukkan api yang membumbung tinggi disertai asap hitam tebal.

Warga diminta untuk menjauhi area terdampak dan penduduk di sekitar dianjurkan tetap berada di dalam rumah, menutup jendela, serta mengikuti arahan dari petugas keamanan hingga situasi dinyatakan aman.

Baca Juga  Tu-22M3 Jatuh Saat Latihan, Kementerian Pertahanan Rusia Konfirmasi Insiden

Mengutip AFP, kawasan industri ini berada sekitar 12 km dari kota Beersheba dan menampung lebih dari 40 pabrik yang bergerak di bidang teknologi lingkungan serta pengembangan infrastruktur industri.

Militer Israel, IDF, menyatakan, “Kami memahami bahwa ada dampak dari pecahan rudal.” Sebelumnya, militer menyebutkan bahwa Iran meluncurkan lima gelombang rudal pada hari Minggu, dan sistem pertahanan Israel berupaya mencegat ancaman tersebut.

Polisi setempat menambahkan bahwa kebakaran kemungkinan disebabkan oleh puing-puing rudal atau amunisi yang menghantam area industri. “Pencarian masih dilakukan untuk menemukan potensi bahaya tambahan bagi masyarakat,” kata pihak kepolisian.

Baca Juga  Pacific Palisades Dilanda Kebakaran Hebat, 15.832 Hektare Terbakar

Zona industri Neot Hovav berada dekat Dimona, kota yang memiliki fasilitas nuklir dan sebelumnya juga menjadi sasaran rudal Iran pada 21 Maret. Pusat Penelitian Atom Shimon Peres, salah satu situs nuklir utama Israel, berjarak sekitar 13 km dari Dimona.(des*)