Tips Berbuka Sehat dari Pakar, Pilih Buah yang Tepat untuk Kembalikan Energi

Ada beberapa buah yang memang dianjurkan untuk berbuka saat puasa.
Ada beberapa buah yang memang dianjurkan untuk berbuka saat puasa.

Jakarta – Memilih menu berbuka puasa tidak hanya soal menikmati makanan manis setelah seharian menahan lapar dan haus. Pemilihan makanan yang tepat juga penting untuk membantu tubuh memulihkan energi setelah berpuasa lebih dari 12 jam.

Guru Besar dari IPB University, Katrin Roosita, menjelaskan bahwa selama menjalankan ibadah puasa, tubuh mengalami keterbatasan pasokan energi, khususnya glukosa yang merupakan sumber energi utama bagi otak. Ketika cadangan glikogen di hati mulai berkurang, tubuh akan beralih memanfaatkan lemak sebagai sumber energi.

Dalam proses tersebut, tubuh menghasilkan senyawa keton yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Karena itu, saat berbuka puasa penting untuk mengisi kembali energi dengan makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, terutama yang memiliki kandungan glukosa dan fruktosa alami.

Buah-buahan menjadi pilihan yang disarankan karena mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh. Salah satu buah yang sering dianjurkan adalah Kurma. Buah ini kaya fruktosa sehingga mampu membantu mengembalikan energi dengan cepat tanpa memicu peningkatan gula darah secara tajam.

Menurut Katrin, fruktosa memiliki kelebihan karena tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga relatif lebih aman bagi penderita diabetes dibandingkan makanan atau minuman dengan tambahan gula olahan.

Baca Juga  Telur Bisa Tahan hingga 5 Minggu, Asal Disimpan dengan Benar

Selain kurma, buah dengan kandungan air tinggi juga baik dikonsumsi saat berbuka. Contohnya seperti Semangka, Melon, dan Pepaya. Buah-buahan tersebut tidak hanya mengandung fruktosa, tetapi juga membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

Pepaya juga diketahui memiliki kandungan beta-karoten yang berfungsi sebagai provitamin A dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Selain itu, berbagai vitamin dan mineral dalam buah turut membantu menjaga keseimbangan cairan serta mendukung proses metabolisme selama bulan Ramadan.

Meski demikian, tidak semua buah dianjurkan untuk dikonsumsi saat perut masih kosong. Misalnya Jeruk Nipis yang memiliki tingkat keasaman tinggi sehingga berpotensi memicu iritasi lambung.

Buah Durian juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena kandungan gulanya cukup tinggi dan dapat menyebabkan lonjakan kadar glukosa dalam darah. Sementara itu, Nangka memiliki serat yang relatif sulit dicerna sehingga bisa menimbulkan rasa kembung bagi sebagian orang.

Untuk Salak, ia menyarankan agar lapisan putih tipis yang menempel pada daging buah tetap dimakan karena bagian tersebut dapat membantu proses pencernaan.

Baca Juga  New Orleans Puncaki Daftar Destinasi 2025, Tuan Rumah Super Bowl

Katrin merekomendasikan konsumsi buah sebanyak dua hingga tiga porsi setiap hari selama Ramadan, dengan satu porsi sekitar 100 hingga 150 gram. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan serat, vitamin, mineral, serta gula alami yang dibutuhkan tubuh selama berpuasa.

Ia menegaskan bahwa meskipun waktu makan selama bulan puasa lebih terbatas, kualitas makanan yang dikonsumsi tetap harus diperhatikan agar tubuh tetap sehat dan bertenaga sepanjang menjalankan ibadah puasa.

Dengan memilih buah yang tepat saat berbuka, tubuh tidak hanya terbebas dari rasa lapar dan haus, tetapi juga mendapatkan asupan nutrisi yang membantu menjaga energi hingga waktu sahur tiba.(BY)