Padang  

Tradisi Ziarah Sambut Ramadan, Ahli Waris Sekaligus Lunasi Administrasi Pemakaman

Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Padang.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Padang.

Padang – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, suasana di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Padang tampak berbeda. Warga tidak hanya datang untuk berziarah dan menabur bunga, tetapi juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menuntaskan kewajiban administrasi makam keluarga.

Linda Afriani, Kepala UPTD TPU Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, membenarkan adanya lonjakan aktivitas terkait administrasi makam dalam dua pekan terakhir.

“Benar, banyak ahli waris yang datang. Selain berziarah, mereka menyelesaikan pembayaran tunggakan retribusi makam untuk periode 2022 hingga 2024,” ujarnya kepada Diskominfo Padang, Rabu (18/2/2026).

Fenomena ini paling terlihat di TPU Tunggul Hitam, pemakaman terbesar di Padang yang menampung lebih dari 25.000 makam. Di lokasi tersebut, sekitar 500 nisan diberi tanda silang merah.

Linda menegaskan bahwa tanda silang merah bukan bentuk vandalisme, melainkan penanda resmi bagi makam yang masa izin penggunaannya telah habis dan belum diperpanjang ahli waris. “Tanda ini menunjukkan ada tunggakan retribusi sebesar Rp150.000 per dua tahun pada setiap makam,” jelasnya.

Menurut data UPTD, total tunggakan dari tiga TPU utama—TPU Air Dingin, TPU Bungus, dan TPU Tunggul Hitam—mencapai Rp1,5 miliar. Meski begitu, pemerintah Kota Padang telah menerapkan kebijakan pro-rakyat sejak 2025 dengan menghapus retribusi makam baru, sehingga pembayaran saat ini hanya untuk tunggakan lama.

“Sejak 2025, Pemko Padang tidak lagi memungut retribusi baru. Namun, tunggakan sebelumnya tetap harus diselesaikan,” tegas Linda.

UPTD TPU mengimbau seluruh ahli waris dengan tunggakan lama untuk segera melunasinya. Layanan pembayaran dibuka setiap hari kerja pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Di tengah aktivitas administrasi, suasana haru dan khusyuk tetap terasa. Ribuan warga silih berganti memadati TPU untuk menjalankan tradisi tahunan menyambut Ramadan. Pedagang bunga musiman di pintu masuk pun turut meraih rezeki, menyediakan bunga tabur dan air mawar bagi peziarah.

Ritual membersihkan rumput liar, merapikan nisan, dan melantunkan doa bersama terus dijaga warga Kota Padang. Tradisi ini menjadi pengingat akan ikatan keluarga yang tetap erat meski jarak memisahkan antara dunia dan akhirat.(des*)