Padang – Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang, Kompol M. Yasin, menyampaikan bahwa Operasi Pekat Singgalang 2026, yang digelar sejak Kamis (12/2), berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
“Dalam lima hari pelaksanaan operasi, kami telah menindak puluhan pelaku yang terlibat dalam berbagai bentuk penyakit masyarakat,” ujar Yasin di Padang, Selasa.
Selama operasi, polisi menangani sejumlah kasus, mulai dari perjudian, kejahatan jalanan seperti jambret, hingga praktik premanisme.
Pada hari pertama, Unit Operasional Satreskrim atau Tim Klewang menindak kasus perjudian dengan menangkap seorang pria berinisial Y (48), warga Mata Air, Padang Selatan. Di hari yang sama, polisi juga menangkap Z (21), warga Lubuk Begalung, yang diduga berulang kali melakukan jambret di wilayah Kota Padang.
Selain itu, tim gabungan Satreskrim Polresta Padang mengamankan 50 orang yang diduga terlibat premanisme di kawasan Pasar Raya Padang pada Sabtu (14/2).
“Penindakan ini dilakukan untuk memberantas aksi preman yang mengganggu masyarakat, khususnya menjelang Ramadan,” jelas Yasin.
Kompol Yasin menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mentolerir segala bentuk penyakit masyarakat, premanisme, maupun pungutan liar, terutama di titik keramaian seperti pasar, rumah ibadah, dan lokasi penjualan takjil.
“Polresta Padang memastikan pelaku yang meresahkan masyarakat akan ditindak tegas,” tegasnya.
Operasi Pekat Singgalang 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 24 Februari, dan kepolisian yakin operasi ini dapat menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan di Kota Padang.(des*)












