Jakarta — Pemerintah Jepang berencana menerima kendaraan yang telah memperoleh sertifikasi keselamatan dari Amerika Serikat tanpa mewajibkan pengujian tambahan. Kebijakan ini dinilai membuka peluang baru bagi produsen otomotif Amerika untuk memperluas pasar di Negeri Sakura.
Pada musim gugur tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa Jepang tengah menyiapkan aturan yang memungkinkan mobil buatan Amerika diakui berdasarkan standar keselamatan negaranya sendiri. Saat itu, Gedung Putih menyebut langkah tersebut akan menghapus berbagai hambatan lama terhadap impor kendaraan AS dan berpotensi menciptakan akses pasar bernilai miliaran dolar.
Mengutip laporan media otomotif Carscoops, kebijakan tersebut kini mulai dijalankan. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang mengumumkan pembentukan skema sertifikasi khusus bagi kendaraan produksi Amerika.
Dalam penjelasan resminya ditegaskan bahwa mobil penumpang yang diproduksi di AS dan memenuhi standar keselamatan setempat akan dianggap telah sesuai dengan regulasi Jepang. Dengan demikian, kendaraan yang sudah lolos pengujian di Amerika tidak lagi harus menjalani tes tambahan sebelum dipasarkan di Jepang.
Meski rincian teknis penerapannya belum sepenuhnya diungkap, pemerintah Jepang memastikan mobil bersertifikat keselamatan AS dapat langsung dijual di pasar domestik tanpa proses pengujian ulang. Secara umum, kebijakan impor ini dipandang memberi manfaat bagi kedua negara: produsen Amerika memperoleh akses lebih luas, tenaga kerja industri mendapat peluang ekonomi, sementara Jepang menerima keringanan tarif dalam kerangka kerja sama dagang bilateral.
Salah satu perusahaan yang disebut siap memanfaatkan peluang tersebut adalah Toyota. Produsen otomotif ini sebelumnya mengisyaratkan rencana membawa beberapa model yang diproduksi di Amerika untuk dipasarkan di Jepang.
Selain Toyota, produsen Jepang lain juga mempertimbangkan langkah serupa. Laporan media ekonomi setempat menyebut Honda sedang mengkaji kemungkinan mengimpor sejumlah model buatan AS, sementara Nissan juga dikabarkan menyiapkan skema pengiriman kendaraan produksi Amerika ke pasar domestik.
Apabila kebijakan penerimaan sertifikasi AS ini berjalan penuh, persaingan industri otomotif Jepang berpotensi mengalami perubahan. Kendaraan bergaya Amerika yang berukuran besar dan berperforma tinggi kini memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar lokal.(BY)












