Jakarta – Polisi tengah menyelidiki kasus penganiayaan terhadap petugas SPBU di Tuban, Jawa Timur, yang melibatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Laporan terkait insiden kekerasan ini sudah diterima pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono, menyatakan bahwa kasus ini kini ditingkatkan ke tahap penyidikan.
“Hari ini berkas laporannya telah diterima oleh Polres, dan segera kami tindaklanjuti. Status kasus juga akan naik dari tahap penyelidikan (lidik) ke penyidikan,” ujar AKP Bobby, Senin (9/2/2026).
Kejadian itu terekam CCTV SPBU Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Tuban. Rekaman berdurasi 1 menit 44 detik memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan oknum ASN terhadap operator SPBU. Insiden yang terjadi pada Sabtu (7/2/2026) malam ini pun viral di media sosial.
Pelaku, berinisial J, yang merupakan pegawai kecamatan setempat, diduga kehilangan kesabaran saat diminta mengantre bahan bakar minyak (BBM). Ia turun dari mobil dan langsung menyerang operator SPBU bernama Ferdi, menjambak rambut dan memukulnya berulang kali.
Upaya mandor SPBU, Ali Nasroh, untuk menenangkan situasi justru berakhir dengan pemukulan keras di perut. Tidak hanya itu, operator lain, Prasojo, juga menjadi korban dengan hidung patah dan darah mengalir deras. Sementara tukang kebun SPBU, Riswadi, yang berusaha membantu, mengalami pukulan di pipi kiri hingga membengkak.
“Kejadian bermula ketika saya mengecek stok minyak. Operator saya diminta menulis totalisator untuk memeriksa stok. Penjualan sempat berhenti 2-3 menit. Lalu muncul keributan, saya datang untuk menanyakan masalahnya, tapi tiba-tiba pelaku langsung memukul saya, dua operator, dan seorang tukang kebun,” ujar Ali.(des*)












