Kulkas vs Suhu Ruang, Mana Tempat Terbaik Menyimpan Telur?

Ada dua pilihan ketika menyimpan telur, yaitu di kulkas atau di area bersuhu ruangan. Namun di manakah lokasi yang paling aman?
Ada dua pilihan ketika menyimpan telur, yaitu di kulkas atau di area bersuhu ruangan. Namun di manakah lokasi yang paling aman?

Jakarta – Saat membeli telur, kebanyakan orang biasanya menyimpannya untuk kebutuhan satu hingga dua pekan. Namun, muncul pertanyaan klasik ketika sampai di rumah: lebih baik telur disimpan di dalam kulkas atau dibiarkan di suhu ruang?

Masing-masing cara penyimpanan memiliki kelebihan. Menyimpan telur di suhu ruangan kerap dianggap dapat mempertahankan cita rasa alaminya. Sementara itu, kulkas dinilai lebih aman jika telur tidak akan segera digunakan. Lantas, mana pilihan yang paling tepat?

Pendapat soal menyimpan telur

Chef ternama asal Inggris, James Martin, berpendapat telur sebaiknya tidak disimpan di lemari pendingin. Alasannya, cangkang telur bersifat berpori sehingga mudah menyerap aroma makanan lain di dalam kulkas, yang pada akhirnya bisa memengaruhi rasa telur.

Selain itu, penggunaan telur dingin juga dinilai kurang ideal untuk proses memasak. Martin menyebut, telur yang langsung diambil dari kulkas dapat berdampak pada hasil masakan, terutama pada pembuatan kue.

Pandangan serupa disampaikan oleh King Arthur Baking, perusahaan perlengkapan baking asal Amerika Serikat. Mengutip HuffPost, telur dalam kondisi dingin membutuhkan waktu lebih lama untuk matang dan dapat memengaruhi tekstur kue agar menjadi lebih padat. Tak hanya itu, telur dingin berisiko pecah bila langsung direbus dalam air panas.

Baca Juga  Tips Memanggang Kue Kering, Kombinasi Suhu dan Kelembapan yang Tepat

Rekomendasi dari otoritas keamanan pangan

Berbeda dengan pendapat para chef, Badan Keamanan Pangan Inggris (Food Standards Agency/FSA) justru merekomendasikan telur disimpan di tempat sejuk dan kering, dengan suhu yang stabil. Kulkas dinilai sebagai lokasi paling aman.

FSA menjelaskan, perubahan suhu yang terlalu sering dapat menimbulkan embun pada permukaan cangkang. Kondisi ini berpotensi mempermudah bakteri, seperti Salmonella, masuk ke dalam telur.

Untuk telur yang sudah dipecahkan, penyimpanan di kulkas menjadi keharusan. Telur cair yang dibiarkan di suhu ruang berisiko tinggi menjadi tempat berkembangnya bakteri. Bahkan jika disimpan di kulkas, FSA menyarankan telur cair tidak dikonsumsi bila sudah lebih dari 24 jam.

Cara aman menyimpan telur

Lalu, di mana sebaiknya telur disimpan? Jawabannya bergantung pada pola penggunaan.

Jika telur tidak akan langsung digunakan, menyimpannya di dalam kulkas adalah pilihan paling aman dan dapat memperpanjang masa simpannya. Namun, bagi yang sering memasak dan menggunakan telur setiap hari, penyimpanan di suhu ruang masih bisa dilakukan asalkan telur cepat habis.

Beberapa produk telur kemasan sudah mencantumkan tanggal kedaluwarsa, sehingga memudahkan konsumen mengatur penggunaannya. Untuk telur curah, sebaiknya catat tanggal pembelian. Mengacu pada Healthline, telur yang disimpan di kulkas dapat bertahan sekitar tiga hingga lima minggu.

Baca Juga  70 Makam Pra-Dong Son Ditemukan di Situs Vuon Choi

Sebagai panduan tambahan, berikut tips penyimpanan telur yang dirangkum dari Martha Stewart:

Perlakukan telur dengan hati-hati karena mudah retak. Kerusakan kecil pada cangkang bisa menjadi pintu masuk bakteri.

Hindari membeli telur yang sudah retak untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Jangan mencuci telur sebelum disimpan, karena air dapat mendorong bakteri masuk ke dalam cangkang. Jika kotor, cukup lap dengan tisu atau kain kering.

Simpan telur jauh dari makanan beraroma tajam agar tidak menyerap bau.

Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah menangani telur untuk menjaga kebersihan.

Dengan memahami cara penyimpanan yang tepat, telur bisa tetap aman dan berkualitas hingga waktu digunakan. Sekarang, kamu bisa menentukan sendiri tempat terbaik untuk menyimpan stok telur di rumah.(BY)