Jakarta – Isu yang menyebutkan bahwa OnePlus akan menghentikan operasionalnya dibantah secara tegas oleh manajemen perusahaan. Brand ponsel yang berada di bawah naungan Oppo tersebut menegaskan bahwa kabar penutupan tidak benar, meskipun sebelumnya muncul laporan yang menyoroti performa bisnis OnePlus yang dinilai melemah dalam beberapa tahun terakhir.
Kabar tersebut beredar setelah sejumlah analis independen merilis data yang menunjukkan penurunan kinerja OnePlus. Berkurangnya pangsa pasar global, penutupan sejumlah kantor internasional, serta berakhirnya beberapa kerja sama bisnis menjadi dasar munculnya spekulasi bahwa OnePlus berada di ujung perjalanan bisnisnya.
Berdasarkan analisis itu, sejumlah media teknologi menilai kondisi perusahaan sudah tidak lagi berkelanjutan. Namun anggapan tersebut langsung mendapat respons dari jajaran pimpinan OnePlus, khususnya di pasar India.
CEO OnePlus India, Robin Liu, secara terbuka membantah rumor tersebut dan menegaskan bahwa seluruh aktivitas bisnis OnePlus masih berjalan normal. Melalui pernyataan di media sosial X, ia meminta publik untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi.
“Informasi yang beredar mengenai penutupan OnePlus tidak benar. Operasional OnePlus India tetap berlangsung seperti biasa. Kami mengimbau seluruh pihak untuk memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi sebelum menyebarkan klaim yang tidak berdasar,” tulis Robin Liu, seperti dikutip dari GSM Arena.
Pernyataan ini dinilai sebagai upaya menenangkan para pemangku kepentingan, termasuk karyawan dan investor, di tengah maraknya spekulasi negatif terkait masa depan perusahaan.
Di sisi lain, laporan industri memang mencatat bahwa penjualan OnePlus saat ini bertumpu pada dua pasar utama, yakni China dan India, yang keduanya mengalami penurunan permintaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi OnePlus bukan sepenuhnya isu tanpa dasar.
Meski demikian, OnePlus masih memiliki dukungan dari perusahaan induknya, Oppo. Beberapa tahun lalu, Oppo diketahui telah memberikan suntikan dana besar senilai sekitar USD 14 miliar untuk memperkuat dan menjaga keberlangsungan OnePlus di tengah persaingan industri smartphone yang semakin ketat.(BY)












