Agam  

Program Lapas Lubuk Basung Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Lapas Lubuk Basung
Lapas Lubuk Basung

LubukbasungLapas Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Saat ini, sebanyak 300 ekor ayam petelur dipelihara di area sarana asimilasi dan edukasi lapas, yang mampu menghasilkan sekitar 100 butir telur setiap hari.

Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, menyampaikan bahwa ayam-ayam tersebut telah mulai bertelur selama beberapa bulan terakhir dan panennya dilakukan setiap hari.

“Jumlah telur yang dihasilkan saat ini mencapai sekitar 100 butir per hari, dan kami rutin memanen setiap hari,” ujar Budi di Lubuk Basung, Selasa.

Budi menambahkan, pengembangan peternakan akan diperluas setelah sekitar 90 persen ayam mencapai masa produktif. Namun, rencana ini masih menunggu ketersediaan anggaran dan juga berharap ada investor pihak ketiga yang bersedia ikut mendukung.

Selain ayam petelur, Lapas Lubuk Basung juga mengelola peternakan bebek sebanyak 200 ekor, budidaya ikan nila di kolam air tenang dengan populasi 3.000 ekor, serta kegiatan pertanian seperti penanaman cabai rawit, terung, pepaya, dan berbagai sayuran.

Seluruh kegiatan ini dijalankan oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan. Menurut Budi, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberi keterampilan praktis bagi warga binaan.

“Keterampilan beternak dan berkebun ini diharapkan menjadi modal bagi mereka setelah bebas, sehingga dapat memulai usaha sendiri dan mengurangi risiko kembali berurusan dengan hukum,” tutup Budi. (des*)