Harga Minyak Mentah Berjangka Menguat karena Berkurangnya Tekanan Inflasi di AS

Harga Minyak Mentah Berjangka Menguat
Harga Minyak Mentah Berjangka Menguat

Jakarta – Harga minyak mentah berjangka menguat pada akhir perdagangan Jumat. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya tekanan inflasi di Amerika Serikat dan meningkatnya sentimen risiko di pasar.

Menurut laporan Departemen Perdagangan AS, terjadi kenaikan inflasi tahunan bulan lalu pada laju paling lambat dalam dua tahun. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS tumbuh sebesar 3,8% tahun ke tahun pada bulan Mei, lebih rendah dari perkiraan konsensus 3,8% dan 4,3% di bulan sebelumnya.

Dalam perdagangan tersebut, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik sebesar USD 0,78 atau 1,12% menjadi USD 70,64 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus terangkat sebesar USD 0,56 atau 0,75% menjadi USD 74,90 per barel di London ICE Futures Exchange.

WTI dan Brent telah mengalami penurunan kuartalan kedua berturut-turut. WTI mengalami penurunan sekitar 6,5% dalam tiga bulan terakhir, sementara Brent merosot sebesar 6,0% dalam periode yang sama hingga akhir Juni.

Dalam konteks ini, tanda-tanda disinflasi akan mengurangi tekanan bagi Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Meskipun Ketua Federal Reserve, Powell, baru-baru ini membuat komentar hawkish, tanda-tanda inflasi yang moderat dapat menahan keputusan kenaikan suku bunga lagi.

Pasar minyak juga mendapat dukungan karena permintaan terhadap aset berisiko meningkat. Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire, menjelaskan bahwa pasar minyak bergerak lebih tinggi karena sentimen risiko yang meningkat. Selain itu, kelemahan dolar AS juga memberikan dukungan tambahan bagi pasar minyak dalam sesi perdagangan Jumat.

Dengan situasi ini, para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan inflasi di AS dan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi harga minyak mentah di masa mendatang.(by)