Makkah– Pada Selasa (27/6/2023), lebih dari 2 juta jemaah muslim dari berbagai belahan dunia berkumpul di Arafah untuk melaksanakan puncak ibadah haji, yang dikenal sebagai Wukuf.
Dalam rangkaian Wukuf ini, jemaah menjalankan beberapa ritual penting, termasuk mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh Syekh Yusuf bin Muhammad bin Saeed. Khotbah tersebut dipresentasikan di Masjid Nimra di Arafah setelah Sholat Zuhur waktu setempat, sekitar pukul 16.00 WIB.
Agar khotbah Arafah dapat dimengerti oleh semua jemaah, Badan Penerjemah dan Bahasa Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci telah melakukan upaya untuk menerjemahkan khotbah tersebut ke dalam 20 bahasa. Pihak badan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan mereka kepada para jamaah, termasuk dalam hal penerjemahan. Proses penerjemahan khotbah Arafah ini merupakan salah satu tugas terpenting yang dilakukan dalam Proyek Penerjemahan Penjaga Dua Masjid Suci.
Wakil Presiden untuk Bahasa dan Penerjemahan, Ahmed Al Hamidi, menjelaskan bahwa upaya ini sejalan dengan rencana strategis badan tersebut hingga tahun 2024. Adapun 20 bahasa yang telah diterjemahkan meliputi Prancis, Inggris, Persia, Urdu, Hausa, Rusia, Turki, Punjabi, China, Melayu, Swahili, Spanyol, Portugal, Amharik, Jerman, Swedia, Italia, Malayalam, Bosnia, dan Filipina. Khotbah Arafah akan disiarkan melalui Platform Digital Manarat Al Haramain, memastikan jemaah dari berbagai negara dapat memahami pesan yang disampaikan.
Sebagai informasi, Mahkamah Agung Arab Saudi telah menetapkan bahwa 10 Dzulhijjah jatuh pada Rabu (28/6/2023), yang berarti hari Wukuf jatuh pada Selasa. Prosesi haji telah dimulai sejak pagi hari, di mana ratusan ribu, bahkan jutaan jemaah, telah bergerak menuju Mina untuk menginap dan mempersiapkan diri untuk Wukuf. Ini merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia, dan para jemaah sedang menjalankan ibadah dengan penuh khidmat dan kesungguhan di tanah suci Makkah.
Haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan setidaknya sekali dalam seumur hidup bagi mereka yang mampu melakukannya. Selama perjalanan haji, jemaah menjalankan serangkaian ritual dan ibadah yang memiliki makna mendalam, sebagai bentuk pengabdian dan kesatuan umat muslim di hadapan Allah SWT. Semoga perjalanan ibadah haji para jemaah berjalan lancar dan mendatangkan berkah serta keberkahan bagi mereka. (dj)












