Sumatra – Suasana hanggar helikopter KRI dr. Soeharso (SHS)-990 tampak berbeda pada pekan lalu. Di sela-sela pelaksanaan misi kemanusiaan TNI Angkatan Laut (TNI AL) di wilayah terdampak bencana alam Sumatra, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma hadir untuk meninjau kesiapan unsur sekaligus memberikan motivasi kepada para prajurit.
Wakasal berdiri langsung di hadapan awak KRI dr. Soeharso dan KRI Sutedi Senoputra (SSA)-378. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas peran strategis TNI AL dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya melalui kehadiran rumah sakit terapung yang menjadi tumpuan layanan kesehatan bagi warga.
Menurutnya, kondisi geografis dan rusaknya fasilitas darat membuat akses layanan medis menjadi terbatas. Oleh karena itu, kehadiran KRI dr. Soeharso menjadi harapan besar bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat dan aman.
“Saya tahu kalian lelah, jauh dari keluarga, dan bekerja di tengah kondisi yang tidak menentu. Tapi lihatlah senyum masyarakat yang terbantu oleh tangan-tangan kalian. Itulah arti sebenarnya dari pengabdian kita,” ujar Laksdya Erwin dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).
Selain meninjau kesiapan operasional, Wakasal juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kekompakan, dan solidaritas antar prajurit selama bertugas. Ia menegaskan bahwa sumber daya manusia merupakan aset utama TNI AL, yang nilainya jauh melampaui kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Sebagai bentuk perhatian dan penghargaan, Wakasal turut menyerahkan cenderamata kepada para prajurit yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah terdampak bencana alam.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali secara konsisten menekankan bahwa profesionalisme prajurit harus berjalan seiring dengan empati. Menurut Kasal, kecepatan dan kesiapsiagaan TNI AL dalam merespons bencana tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari ketulusan hati prajurit dalam melindungi dan melayani rakyat.
Kunjungan Wakasal ini menjadi pengingat bahwa di balik ketangguhan kapal perang dan seragam loreng, TNI AL senantiasa mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.
(ard)












