Jakarta – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) masih terus dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah-wilayah yang terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
PT Pos Indonesia memastikan distribusi bantuan tetap berjalan meskipun situasi di lapangan belum sepenuhnya normal. Tingkat realisasi penyaluran di daerah bencana bahkan telah menembus angka 80 persen. Rinciannya, Aceh mencapai sekitar 88,8 persen, Sumatera Utara 81,84 persen, dan Sumatera Barat 83,99 persen.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan apresiasi kepada petugas yang tetap bekerja di tengah kondisi sulit.
“PT Pos tetap turun langsung ke lapangan meskipun banyak titik yang terdampak bencana. Penyaluran di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah melampaui 80 persen,” ujarnya pada Kamis (1/1/2026).
Pelaksana tugas Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, mengungkapkan bahwa proses distribusi bantuan memang menghadapi sejumlah hambatan, terutama pada wilayah yang akses transportasi dan listriknya terganggu. Di Aceh Tamiang, tiga Kantor Pos Cabang Pembantu belum bisa beroperasi normal.
Menurut Haris, pembayaran bagi warga di wilayah tersebut tetap dilakukan melalui metode manual.
“Untuk tiga KCP di Aceh Tamiang yang belum berjalan, petugas kami mendatangi langsung lokasi penerima karena kendala akses jalan dan listrik,” tuturnya.
Hingga akhir Desember 2025, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah terverifikasi tercatat lebih dari 33 juta. Penyaluran BLTS dilakukan melalui dua mekanisme, yakni lewat PT Pos Indonesia dan bank-bank yang tergabung dalam Himbara.
Sekitar 18 juta KPM menerima bantuan melalui PT Pos, sementara sisanya kurang lebih 17 juta KPM disalurkan melalui Himbara. Gus Ipul menegaskan bahwa proses distribusi tidak berhenti meski hari libur.
“Petugas PT Pos tetap bekerja selama dua bulan terakhir ini, bahkan pada hari libur, dan penyaluran masih terus berjalan sampai sekarang,” ujarnya.(BY)












