Sport  

Greg Nwokolo, Timnas Kerap Maju Lalu Mundur Lagi

Greg Nwokolo anggap prestasi Timnas Indonesia menurun drastis.
Greg Nwokolo anggap prestasi Timnas Indonesia menurun drastis.

Jakarta – Mantan penyerang Timnas Indonesia, Greg Nwokolo, menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi terbaru sepak bola nasional. Ia menilai performa Skuad Garuda saat ini mengalami kemunduran signifikan dan mencerminkan persoalan berulang dalam pengelolaan prestasi oleh federasi.

Menurut Greg, sepak bola Indonesia kerap terjebak dalam siklus yang sama: ketika sebuah pencapaian besar berhasil diraih, penurunan performa justru segera menyusul. Pola tersebut kembali terlihat pada perjalanan Timnas Indonesia dalam beberapa ajang terakhir.

Sepanjang 2026, hasil Timnas di berbagai kelompok usia dinilai jauh dari harapan. Tim senior gagal melangkah ke Piala Dunia 2026, sementara Timnas U-23 tidak tampil di Piala Asia U-23 2026. Di level regional, target medali emas SEA Games 2025 pun tak tercapai.

Bagi Greg, kondisi ini terasa menyakitkan karena Timnas Indonesia sebelumnya sempat menunjukkan perkembangan positif. Ia menilai kemajuan yang telah dibangun perlahan kini seakan terhenti, bahkan mundur, sehingga proses pembenahan kembali harus dimulai dari awal.

Greg mengungkapkan bahwa kekecewaan tersebut dirasakan oleh banyak pihak yang berharap Timnas Indonesia mampu tampil lebih kompetitif. Namun, kenyataan di lapangan tidak berjalan sesuai ekspektasi publik.

Prestasi Naik Turun yang Berulang

Greg menyebut situasi naik-turunnya prestasi Timnas Indonesia bukanlah hal baru. Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti melangkah maju cukup jauh, lalu kembali mundur tanpa arah yang jelas. Ia berharap pola tersebut tidak kembali terulang di masa mendatang.

Ia juga mengingatkan PSSI agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis, khususnya terkait penunjukan pelatih Timnas Indonesia. Greg berharap federasi tidak mengulangi kesalahan masa lalu yang berujung pada kekecewaan publik dan hilangnya kepercayaan suporter.

Menurutnya, keputusan yang diambil harus mempertimbangkan dampaknya terhadap stabilitas tim dan perasaan para pendukung yang terus memberikan dukungan.

Kritik soal Konsistensi dan Tanggung Jawab

Selain itu, Greg menyoroti kebiasaan federasi yang dinilainya terlalu mudah mengganti pelatih. Ia berpendapat bahwa pelatih yang memiliki kualitas seharusnya diberi waktu dan kepercayaan untuk membangun tim secara berkelanjutan.

Greg menilai pemecatan yang dilakukan terlalu cepat justru membuat tim semakin tidak stabil. Ketika hasil buruk terjadi, ia melihat tidak ada pihak yang benar-benar bertanggung jawab, karena semua saling melepaskan diri dari kesalahan.

Ia menegaskan bahwa tanpa konsistensi, sepak bola nasional akan terus terjebak dalam lingkaran kegagalan yang sama.(BY)