Jakarta — Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyampaikan permohonan maaf terkait bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera.
Saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Suharyanto meminta maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu. Ia mengaku terkejut dengan besarnya dampak bencana yang terjadi di daerah tersebut.
“Saya tidak menyangka kondisinya seperti ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tidak memberi perhatian,” ujar Suharyanto saat berada di lokasi.
Ia menegaskan bahwa kehadiran BNPB di Tapanuli Selatan bertujuan untuk memastikan penanganan bencana berjalan maksimal dan membantu seluruh warga yang terdampak, termasuk di wilayah lain yang mengalami kejadian serupa.
Profil Singkat Letjen Suharyanto
Letjen Suharyanto memiliki perjalanan karier panjang di dunia militer. Ia pernah memimpin Yonif 516/Cakra Yudha pada 2004–2005, kemudian melanjutkan tugas sebagai Komandan Yonif 500/Raider pada 2005–2006. Pada tahun yang sama, ia mendapat amanah sebagai Komandan Kodim 0832/Surabaya Selatan.
Kariernya terus meningkat, hingga pada 2016 ia didapuk menjadi Kepala Biro Kepegawaian Settama BIN. Satu tahun berselang, ia dipercaya menjadi Direktur Kontra Separatisme di Deputi III BIN, dan pada 2018 menjabat sebagai Kasdam Jaya.
Pada 2019, Suharyanto diangkat sebagai Sekretaris Militer Presiden di Kementerian Sekretariat Negara. Setelah itu ia memimpin Kodam V/Brawijaya sebelum akhirnya, pada 17 November 2021, resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BNPB.
Aset Kekayaan Letjen Suharyanto
Berdasarkan laporan kekayaannya, berikut rincian total harta Letjen Suharyanto:
A. Tanah dan Bangunan – Rp 15.816.004.512
Properti 180 m² di Bandung Barat – Rp 1.097.250.000
Properti 125 m² di Bandung Barat – Rp 577.500.000
Properti 1401 m²/400 m² di Bandung – Rp 7.112.894.512
Properti 396 m²/300 m² di Surabaya – Rp 4.896.360.000
Properti 533 m²/400 m² di Bogor – Rp 2.132.000.000
B. Kendaraan dan Mesin – Rp 1.379.772.900
Toyota Alphard 2.5G A/T (2022) – Rp 1.217.772.900
Honda DG48 1.5 RS CVT Z (2023) – Rp 162.000.000
C. Harta Bergerak Lain – Rp 838.819.242
D. Surat Berharga – Rp 0
E. Kas dan Setara Kas – Rp 7.264.209.751
F. Harta Lainnya – Rp 0
Subtotal Harta: Rp 25.298.806.405
Total Utang: Rp 38.093.000
Total Kekayaan Bersih: Rp 25.260.713.405.(BY)












