Jakarta – Mitsubishi mengaku belum memiliki rencana dalam waktu dekat untuk menghadirkan mobil berteknologi hybrid di pasar Indonesia, meski sejumlah kompetitornya sudah mulai gencar meluncurkan model serupa. Padahal, pabrikan asal Jepang tersebut sebenarnya telah memperkenalkan versi hybrid untuk XForce dan Xpander di pasar global.
Untuk diketahui, kedua model hybrid itu telah lebih dulu dipasarkan di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Thailand, dan diperkirakan akan menyusul hadir di negara lainnya di kawasan tersebut. Namun, sampai saat ini masih belum ada kepastian kapan XForce Hybrid maupun Xpander Hybrid akan dibawa ke Indonesia.
Terkait kemungkinan kedatangan model hybrid tersebut, PT Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus menimbang waktu peluncuran yang paling tepat.
“Untuk teknologi hybrid, kami masih mempelajari momentum yang ideal sebelum meluncurkannya di Indonesia. Jadi, mohon bersabar,” ujar Masaaki Fujiwara, Director of Product Strategy Division PT MMKSI, di ICE BSD City, Tangerang, Senin (24/11/2025).
Sinyal kehadiran produk elektrifikasi Mitsubishi di Indonesia sebenarnya sempat muncul setelah Mitsubishi mendaftarkan desain indikator informasi kendaraan hybrid. Ilustrasi tersebut tercantum dalam Berita Resmi Desain Industri No. 20/DI/2024 yang dirilis oleh Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri, Kementerian Hukum dan HAM.
Mitsubishi sendiri bukan pemain baru di ranah kendaraan elektrifikasi. Pada 2019, perusahaan ini sudah membawa Outlander PHEV ke Indonesia dengan status CBU. Namun, minat pasar terhadap SUV plug-in hybrid tersebut tidak terlalu besar karena harga jualnya yang tinggi. Saat diluncurkan, Outlander PHEV dibanderol sekitar Rp1,3 miliar, sebelum akhirnya turun menjadi Rp898 juta pada 2023 untuk menghabiskan sisa stok.(BY)












