Padang  

Transparansi Anggaran, Bonus Atlet Langsung Masuk Rekening

Tiga pimpinan KONI Sumbar periode 2025-2029.
Tiga pimpinan KONI Sumbar periode 2025-2029.

Padang — Tiga pucuk pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat—Ketua Umum Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, dan Bendahara Umum Halim Fitra Setiawan—menegaskan komitmen mereka bersama Pemerintah Provinsi Sumbar dalam memenuhi janji kepada para atlet dan pelatih berprestasi. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran bonus senilai Rp9.015.650.000 kepada 266 penerima.

Bonus tersebut diberikan kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali pada sejumlah ajang bergengsi, mulai dari Porwanas Jatim 2022Pra Popnas 2022 JakartaPopnas 2023 PalembangPiala Soeratin U-17 Jatim 2024, hingga PON XXI Aceh–Sumut 2024. Penyerahan dilaksanakan di Istana Gubernur pada Minggu (16/11/2025).

Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan bahwa pencairan bonus ini merupakan hasil kerja bersama antara KONI dan Pemprov Sumbar serta menjadi langkah penting menjelang Porprov 2026.

“Ini bukan sekadar pemberian bonus. Ini bentuk penghormatan dan pemenuhan janji bagi atlet yang telah mengharumkan nama Sumbar,” ujar Hamdanus.

Ia menambahkan, KONI kini tengah melakukan konsolidasi menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas pembinaan cabang olahraga, penguatan kompetensi pelatih, hingga upaya memastikan kemudahan pendidikan bagi atlet pelajar dan mahasiswa.

“Kami ingin atlet bisa fokus berlatih tanpa terbebani urusan akademik. DISPENSPASI dan dukungan dari sekolah maupun kampus terus kami dorong,” tegasnya.

Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menilai penyaluran bonus ini sebagai momentum penting untuk menunjukkan bahwa perhatian kepada atlet tidak boleh berhenti pada seremoni.

“Setiap rupiah yang diterima atlet adalah bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Negara hadir, dan institusi olahraga harus benar-benar bekerja. Komitmen ini bersifat kelembagaan, bukan agenda sesaat,” katanya.

Ia memastikan KONI memperkuat administrasi dan komunikasi dengan seluruh Pengprov cabang olahraga agar kebutuhan atlet terdata dengan baik, khususnya dalam persiapan menuju Porprov 2026.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi hambatan administratif yang menghambat prestasi atlet,” tambahnya.

Sementara itu, Bendahara Umum KONI Sumbar, Halim Fitra Setiawan, menegaskan bahwa transparansi menjadi prinsip utama dalam penyaluran anggaran.

“Semua bonus ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Ketepatan data dan akurasi penyaluran adalah prioritas kami,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD dan Pemprov Sumbar yang memungkinkan cairnya anggaran melalui perubahan anggaran 2025.

Plt. Kadispora Sumbar Dedy Diantolani dan Gubernur Sumbar Mahyeldi sebelumnya menekankan bahwa bonus ini merupakan bagian dari strategi memperkuat motivasi atlet sekaligus mematangkan pembinaan jelang Porprov 2026. Gubernur juga mengingatkan seluruh cabor agar menjaga kekompakan demi memperkuat dukungan pemerintah.

Para pimpinan KONI Sumbar sepakat bahwa periode 2025–2026 merupakan fase konsolidasi besar menuju Porprov Sumbar 2026, sekaligus awal persiapan jangka panjang menghadapi PON 2032.

Hamdanus menutup dengan pesan bahwa prestasi tidak pernah lahir dari perjuangan atlet seorang diri.

“KONI hadir untuk memastikan atlet mendapatkan dukungan penuh. Bonus ini bukti bahwa janji ditepati dan Sumbar siap melangkah lebih kuat.”

Penyaluran bonus ini menjadi penanda babak baru pembinaan olahraga di Sumatera Barat—lebih solid, transparan, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.(des*)