Berita  

Festival Toleransi dan Budaya 2025 Tampilkan Keberagaman Budaya Juga Kepercayaan Nusantara

Jakarta,Fativa.id
Hari ini di Gedung Kemendikbud digelar Acara Festival Toleransi dan Budaya.
Acara yang berlangsung meriah ini diikuti dari berbagai daerah di Indonesia.
Berbagai ragam budaya ditampilkan dalam kemasan yang menarik mengenai keberagaman budaya dan kepercayaan dari seluruh Nusantara.

Dari Pulau Bali yang juga terkenal dengan pulau Dewata tampil dengan memukau yang mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga toleransi sebagai wujud dari keberagaman aliran dan kepercayaan.

Bapak I Nyoman Gde Agus Asrama sebagai Dewan Pengarah mewakili peserta dari Bali menyampaikan kepada awak media,
kalau bicara toleransi di Bali itu atau Hindu ya Hindu itu sangat sangat erat kaitannya dengan toleransi karena sikap toleran itu di Hindu itu atau di Bali sudah menjadi budaya.
Jadi kami sudah terbiasa dengan perbedaan bahkan menyembah Tuhan Yang berbeda-beda dalsm kehidupan itu memang bagian yang tidak terpisahkan dari konsep Ketuhanan kami itu begitu dalam implementasi seperti ini dalam perayaan internasional ketika udara Indonesia dan khususnya budaya Bali ditampilkan menjadi bagian dari hari toleransi internasional itu menjadi rohnya menjadi sangat
blended di acara hari toleransi internasional tahun 2025 ujarnya.

Kita berharap dengan acara-acara seperti ini budaya toleransi itu menjadi budaya bangsa Indonesia secara umum kalau kita lihat di sini kan penyelenggaranya adalah Indonesia konflik ICRP ini wadah bersama agama-agama di Indonesia dan juga kepercayaan di mana persamaan kemudian sikap toleransi dan penghormatan antar sesama itu menjadi hal yang harus kita junjung bersama-sama karena sebagian negara Pancasila pun itu menjunjung tinggi Ketuhanan yang Maha Esa kemudian kemanusiaan yang adil dan beradab semuanya itu adalah nilai-nilai toleransi yang dimiliki oleh bangsa kita sejak dulu jadi ini sangat relevan dan ini menjadi momen pengingat untuk kita semua supaya anak-anak bangsa kita itu memiliki sikap toleran sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang damai bangsa yang aman sejahtera sebagaimana kita-kita kemerdekaan Republik Indonesia mewujudkan masyarakat adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia imbuhnya.

Baca Juga  Manfaatkan Liburan, Sanggar Melukis RT.05/6 CBS, Ajak Anak-Anak Melukis di Eco Park

Pandangan kami agama itu adalah hal yang sangat personal bahwa kita menuju Tuhan itu berbeda-beda itu dihormati bahkan di internal kami saja dingin begitu berbagai cara kalau kita perhatikan antara Hindu Bali, Hindu Kaharingan, Hindu Jawa itu cara kami berbeda termasuk India juga itu berbeda jadi karena kami sangat terbiasa dengan budaya yang berbeda dalam memahami dan bagaimana kita menyatu dengan Tuhan.

Buat kita perbedaan itu menjadi hal yang biasa siapapun yang punya cara yang berbeda dalam berbakti kepada Tuhannya menjunjung Tuhan hanya kemudian Tuhan yang satu itu dicapai dengan cara apa di tempat dengan cara apa itu kami hormati semua begitu, jadi kami menghormati semua seluruh makhluk hidup di dunia ini tidak hanya manusia bahkan di judul itu tumbuh-tumbuhan itu kami hormati jangankan manusia gitu sebagai pembantuan seluruh ciptaan Tuhan di dunia ini kami hormati jadi kami menghormati seluruh ciptaan Tuhan umat manusia di dunia ini adalah ciptaan Tuhan jadi kami harus menghormati harus menghargai semuanya gitu. Oleh karena itu dalam ivent toleransi internasional tahun 2025 ini menjadi momen yang buat kami menjadi ekspresi bagaimana kami adalah menerapkan budaya toleransi dalam kehidupan beragama kami tutup Nyoman.