Padang  

Satu Warung Hangus, Kerugian Ditaksir Rp8 Juta

Unit pemadam kebakaran dikerahkan dalam pemadaman api menghanguskan warung di Padang.
Unit pemadam kebakaran dikerahkan dalam pemadaman api menghanguskan warung di Padang.

Padang – Sebuah warung di kawasan Wisma Indah XKelurahan Pasia Nan TigoKecamatan Koto Tangah, Kota Padang, terbakar pada Kamis (13/11/2025) pagi.

Kebakaran yang sempat mengejutkan warga setempat itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.32 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut, setelah menerima laporan pada pukul 10.32 WIB, satu unit armada beserta 10 personel langsung dikerahkan ke lokasi.

“Tim tiba di lokasi sekitar pukul 10.44 WIB dan langsung memadamkan api agar tidak menyebar ke bangunan di sekitarnya,” ujar Rinaldi.

Warung yang terbakar milik M. Junaidi (49), seorang buruh harian lepas yang tinggal bersama keluarganya di lokasi tersebut. Api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 11.05 WIB.

Baca Juga  Musrenbang RKPD 2027 Tekankan Mitigasi Bencana dan Pemerataan Pembangunan di Kuranji

“Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk, sehingga kami bergerak cepat untuk mencegah meluasnya kobaran api,” tambah Rinaldi.

Saksi, Fatriyani (39), menyebut api pertama kali muncul dari kipas angin yang diduga mengalami korsleting listrik. Percikan api kemudian mengenai kasur di dekatnya sehingga api dengan cepat membesar. Saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran.

“Penyebab pasti masih diselidiki, namun dugaan awal api berasal dari korsleting listrik pada kipas angin yang kemudian membakar isi warung,” jelas Rinaldi.

Akibat kebakaran ini, satu unit warung berukuran sekitar 4×5 meter hangus terbakar. Meski begitu, tidak ada korban luka maupun jiwa.

Baca Juga  Dukung Mobilitas Hijau, PLN Tambah SPKLU di 18 Kabupaten dan Kota Sumbar

Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp8 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan senilai sekitar Rp150 juta. Petugas juga harus mengatur arus warga di sekitar lokasi karena area tersebut padat dan ramai.

“Karena lokasinya berada di pemukiman padat, pengaturan masyarakat selama proses pemadaman sangat penting,” pungkas Rinaldi.(des*)