Jakarta – Penjualan mobil listrik Toyota di Jepang mengalami penurunan tajam pada Agustus 2025. Hanya 18 unit kendaraan listrik yang terjual, atau turun sekitar 85 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.
Penjualan Domestik Turun Drastis
Di tengah tren global yang menunjukkan lonjakan permintaan mobil listrik, pasar domestik Toyota justru mencatat penurunan. Secara keseluruhan, penjualan Toyota di Jepang sepanjang Agustus 2025 menurun sekitar 10,2 persen.
Melansir Carscoops, sepanjang Januari–Agustus 2025, Toyota telah menjual lebih dari 117.000 unit EV di pasar global, meningkat 20,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Toyota tetap memimpin pasar elektrifikasi di Jepang melalui mobil hybrid, dengan angka penjualan yang jauh melampaui kendaraan listrik baterai murni (BEV). Dalam delapan bulan pertama 2025, mobil hybrid Toyota terjual sebanyak 603.676 unit di Jepang. Model seperti Toyota Prius menjadi andalan strategi elektrifikasi domestik.
Sementara itu, varian plug-in hybrid (PHEV) dan kendaraan bahan bakar sel hidrogen (FCEV) mencatat penjualan lebih rendah, masing-masing 13.551 unit dan 251 unit.
Performa Global Toyota Tetap Positif
Meskipun penjualan EV di Jepang menurun, Toyota menunjukkan hasil positif di pasar internasional. Pada Agustus 2025, Toyota berhasil menjual 17.056 unit EV di luar Jepang, naik 34,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penurunan penjualan EV domestik mengungkapkan tantangan produsen mobil dalam menyesuaikan produk listrik dengan kebutuhan lokal. Di Jepang, faktor seperti keterbatasan infrastruktur pengisian daya, preferensi konsumen terhadap mobil hybrid, serta kebiasaan berkendara menjadi hambatan bagi penetrasi BEV.
Toyota juga harus menyeimbangkan strategi percepatan elektrifikasi dengan kebutuhan konsumen yang masih nyaman menggunakan teknologi hybrid. Selain itu, peningkatan volume produksi EV perlu diperhatikan agar permintaan ekspor terpenuhi tanpa menurunkan kualitas dan kapasitas distribusi.(BY)












