Indonesia Punya 207 Ribu Kendaraan Listrik, Naik 78% dari 2023

Produsen Mobil Listrik Mulai Marak di Indonesia, Produksi Tembus 70 Ribu Unit per Tahun.
Produsen Mobil Listrik Mulai Marak di Indonesia, Produksi Tembus 70 Ribu Unit per Tahun.

Jakarta – Kehadiran produsen kendaraan listrik dari berbagai negara semakin memperkuat ekosistem otomotif Indonesia. Hingga kini, total investasi yang masuk telah menembus Rp5,653 triliun, mencakup pengembangan mobil listrik, motor listrik, hingga bus listrik.

Mobil Listrik Masih Mendominasi

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Mahardi Tunggul Wicaksono, mengungkapkan bahwa nilai investasi masih berpeluang terus bertambah seiring dengan rencana masuknya sejumlah merek baru.

“Segmen mobil listrik menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp4,12 triliun. Saat ini terdapat 9 pabrikan yang beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai 70.060 unit per tahun,” jelas Mahardi di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

Motor Listrik dan Bus Listrik Ikut Tumbuh

Selain mobil listrik, motor listrik juga memberikan kontribusi signifikan. Hingga saat ini, ada investasi sebesar Rp1,15 triliun dari 66 perusahaan yang mampu menghasilkan 2,37 juta unit per tahun.

Sementara itu, pasar bus listrik mulai menunjukkan geliatnya dengan nilai investasi mencapai Rp0,38 triliun. Tercatat, ada 7 produsen bus listrik yang memiliki kapasitas produksi hingga 3.100 unit per tahun.

Mahardi menambahkan, adopsi kendaraan listrik di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan pesat. “Pada tahun 2024, populasi kendaraan listrik mencapai 207 ribu unit, naik 78% dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 116 ribu unit,” ungkapnya.

Industri Otomotif Nasional Capai Ratusan Triliun

Jika digabungkan dengan investasi kendaraan bermesin konvensional (ICE) dan hybrid, total nilai yang masuk ke industri otomotif Indonesia sudah mencapai ratusan triliun rupiah.

“Untuk kategori kendaraan roda empat atau penumpang, ekosistem industri saat ini terdiri dari 32 pabrikan dengan total investasi Rp143,91 triliun serta kapasitas produksi hingga 2,35 juta unit per tahun,” tutup Mahardi.(BY)