Empat Kali Erupsi, Semeru Semburkan Abu ke Selatan

Gunung Semeru Erupsi
Gunung Semeru Erupsi

Jakarta Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi (3/8/2025). Letusan disertai semburan abu vulkanik yang mencapai ketinggian hingga 900 meter dari puncak gunung.

Data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru menunjukkan, sejak pukul 00.11 WIB hingga pagi hari, tercatat empat kali erupsi yang memuntahkan abu ke udara. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke barat daya.

Erupsi kedua yang terjadi sekitar pukul 05.17 WIB memunculkan kolom abu setinggi 900 meter dan mengarah ke selatan. Kemudian pada pukul 06.00 WIB, erupsi kembali terjadi dengan kolom abu setinggi 600 meter, masih mengarah ke selatan. Terakhir, letusan pukul 08.04 WIB menyemburkan abu hingga 500 meter dengan arah sebaran ke selatan dan barat daya. Letusan ini tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 128 detik.

Petugas Pos PGA Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa sepanjang Sabtu (2/8/2025), tercatat 39 kali gempa erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi antara 61–241 detik. Selain itu, terjadi dua gempa guguran, sembilan gempa hembusan, dua gempa harmonik, serta satu gempa vulkanik dalam dan beberapa gempa tektonik, baik lokal maupun jauh.

“Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, status Gunung Semeru saat ini berada di Level II atau Waspada,” ujar Mukdas.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam radius 8 kilometer dari puncak. Di luar zona tersebut, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepian sungai, karena potensi bahaya awan panas dan aliran lahar masih tinggi hingga sejauh 13 kilometer.

Pendaki dan masyarakat umum juga dilarang memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Hal ini bertujuan menghindari risiko lontaran material pijar, guguran lava, dan aliran lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Gunung Semeru sendiri merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Saat ini, jalur pendakian ke Semeru telah dibuka, namun masih dibatasi hingga Danau Ranu Kumbolo dengan kuota maksimal 200 pendaki per hari.(des*)