Agam – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjamin ketersediaan gas elpiji bersubsidi tabung 3 kilogram tetap mencukupi hingga akhir tahun 2025. Pemantauan di lapangan menunjukkan distribusi berjalan lancar tanpa adanya laporan kelangkaan dari masyarakat.
“Stok LPG di wilayah Agam dalam kondisi aman dan tersedia dalam jumlah memadai,” ujar Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setdakab Agam, Boy Vetris, di Lubuk Basung, Rabu (24/7).
Pernyataan tersebut disampaikan usai tim pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kecamatan. Dari hasil pemantauan, diketahui harga elpiji di tingkat pengecer masih stabil di kisaran Rp20 ribu per tabung dan tidak terjadi gangguan distribusi.
Boy menegaskan, selama tahun 2025 belum ditemukan kendala signifikan terkait ketersediaan gas bersubsidi, baik dalam bentuk kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar.
“Kalau pun nanti terjadi gangguan pasokan, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk penanganan cepat,” ujarnya.
Terkait kuota resmi untuk Kabupaten Agam, Boy mengaku pihaknya masih menunggu data final dari Pertamina. Namun, sebagai langkah antisipasi, Pemkab Agam telah mengajukan kebutuhan sebanyak 17.500 metrik ton untuk tahun anggaran 2025.
“Pengajuan kebutuhan tersebut telah kami sampaikan pada akhir 2024 lalu,” tambahnya.(des*)












