Jakarta – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menargetkan peningkatan pangsa pasar menjadi 10 persen pada tahun fiskal 2025. Guna meraih ambisi tersebut, perusahaan bakal menghadirkan sejumlah model kendaraan baru yang diharapkan bisa menarik minat pasar otomotif Tanah Air.
Pada periode tahun fiskal sebelumnya (April 2024 hingga Maret 2025), MMKSI membukukan total penjualan sebanyak 71.451 unit kendaraan, dengan penguasaan pasar mencapai 8,2 persen. Untuk mendorong peningkatan performa penjualan, MMKSI menyiapkan strategi agresif.
Model Anyar Jadi Andalan
Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, menyebut bahwa pihaknya akan memperkenalkan berbagai kendaraan baru, termasuk model yang benar-benar segar. Peluncuran ini sejalan dengan perayaan ulang tahun ke-55 Mitsubishi Motors di Indonesia, yang dianggap sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi merek di pasar.
“Kami sangat antusias menyambut 2025. Ini bukan sekadar tahun perayaan, tapi juga tonggak penting bagi pertumbuhan kami di Indonesia,” ujar Kurita dalam keterangan resminya di Jakarta.
Sebelumnya, MMKSI telah menyegarkan lini produknya dengan kehadiran New Xpander dan Xpander Cross, yang keduanya masih menjadi tulang punggung penjualan di segmen MPV. Di samping itu, perusahaan juga berencana mengenalkan SUV tiga baris terbaru – sebuah segmen yang tengah mendominasi pasar domestik.
Capaian Penjualan Tahun Lalu
Sepanjang tahun fiskal 2024, Mitsubishi mencatat penjualan 71.451 unit, terdiri dari 49.559 unit kendaraan penumpang dan 21.892 unit kendaraan niaga ringan.
Produk paling laris adalah Xpander, dengan catatan 18.853 unit, disusul oleh Pajero Sport (12.100 unit), Xpander Cross (11.495 unit), dan Xforce (7.108 unit). Sementara di segmen kendaraan niaga, L300 masih mendominasi dengan 12.123 unit terjual, serta Triton 4×4 sebanyak 9.568 unit.
Proyeksi Industri Otomotif Nasional
Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mempertahankan proyeksi penjualan mobil nasional di angka 900 ribu unit untuk tahun ini — serupa dengan target pada 2024. Menurut Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, pihaknya ingin mempertahankan stabilitas tanpa terlalu ambisius.
“Sama seperti tahun lalu, target kami tetap 900 ribu unit. Kalau bisa mengulang keberhasilan sebelumnya, itu sudah pencapaian yang baik,” jelas Nangoi.
Namun, hingga April 2025, data menunjukkan adanya penurunan. Penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) tercatat 256.365 unit, turun 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ritel mencapai 267.514 unit, turun 7,7 persen dari April 2024 yang mencatat 289.917 unit.(BY)












