AI Percepat Produksi dan Minimalkan Human Error, Vision+ Ungkap Strategi

Clarissa Tanoesoedibjo
Clarissa Tanoesoedibjo

Jakarta Kecerdasan buatan (AI) semakin berperan dalam berbagai sektor industri, termasuk bisnis yang terus berinovasi untuk meningkatkan efisiensi. Dari otomatisasi hingga personalisasi layanan, AI membantu perusahaan menghadirkan solusi yang lebih cerdas dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

AI Sebagai Alat Optimalisasi
Managing Director Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo, menegaskan bahwa perusahaan melihat AI sebagai alat yang dapat dimanfaatkan tidak hanya dalam pengalaman pengguna, tetapi juga dalam sistem dan operasional internal.

“Kami telah menerapkan AI dalam berbagai tahapan produksi, termasuk pasca-produksi hingga penerjemahan,” ujar Clarissa saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (20/3).

Menurutnya, penggunaan AI dalam proses produksi mempercepat kerja dan mengurangi potensi kesalahan manusia. Selain itu, AI memungkinkan Vision+ untuk memenuhi kebutuhan konten dengan lebih cepat dan efisien.

“Integrasi AI dalam berbagai aplikasi kami sangat membantu perkembangan bisnis ke depannya,” tambahnya.

Tantangan di Era Digital
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, industri hiburan menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan diri dengan tren yang terus berubah. Pola konsumsi digital yang semakin berkembang menuntut perusahaan untuk terus berinovasi dalam strategi pemasaran, produk, dan layanan.

“Preferensi pengiklan juga telah bergeser ke ranah digital, menciptakan peluang baru bagi kami,” jelas Clarissa.

Selain itu, beragamnya jenis konten yang diminati masyarakat mendorong perusahaan untuk mencari sumber pendapatan tambahan di luar model bisnis sebelumnya yang berfokus pada langganan dan iklan.

Dengan semakin luasnya penerapan AI, Vision+ optimis dapat terus berkembang dan menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna serta menciptakan inovasi dalam industri hiburan digital.(BY)