Elpiji 3 Kg di Samarinda Mahal, Pengecer dan Warga Sama-Sama Terbebani

Elpiji 3 Kg
Harga gas elpiji bersubsidi 3 kg di Samarinda masih melambung

Samarinda – Meskipun kelangkaan gas elpiji 3 kg di Samarinda sudah mereda, harga jualnya di pasaran masih jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Warga mengeluhkan lonjakan harga yang hampir dua kali lipat dari harga resmi, terutama di tingkat pengecer.

Siti Aminah (45), warga Samarinda, mengungkapkan bahwa ia kesulitan mendapatkan gas dengan harga normal. Walaupun stok tersedia, harga di tingkat pengecer justru semakin mahal.

“Sekarang gas 3 kg memang tidak langka, tapi harganya masih sangat mahal. Biasanya di pangkalan Rp18.000, sekarang di warung bisa mencapai Rp35.000-Rp40.000. Di Jalan Bayur dan Jalan Pelita 3 malah sampai Rp45.000 per tabung. Coba cek langsung ke sana, mas,” ujarnya pada Kamis (20/2/2025).

Kondisi ini sangat membebani masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro yang bergantung pada gas bersubsidi. Siti berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengawasi distribusi agar harga kembali stabil.

Pengecer Juga Merasa Terbebani, Harga dari Agen Sudah Tinggi

Tak hanya konsumen, pengecer pun mengeluhkan harga yang mereka terima dari agen sudah tinggi, sehingga mereka terpaksa menaikkan harga jual. Sunardi (50), pengecer di Samarinda Ilir, mengatakan bahwa harga gas yang ia beli dari agen sudah di atas Rp25.000 per tabung, membuatnya sulit menjual dengan harga murah.

Baca Juga  Beragam Tempat Wisata Hits Bengkulu yang Wajib Dikunjungi pada 2023

“Kalau kami ambil dari agen sudah di atas Rp25.000 per tabung, tentu kami harus jual lebih mahal. Keuntungannya pun tidak besar,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun pasokan gas sudah kembali normal, biaya distribusi yang meningkat turut berpengaruh terhadap harga jual. Selain itu, aturan di pangkalan resmi yang mewajibkan pembeli menunjukkan kartu pelanggan serta antrean panjang membuat banyak warga lebih memilih membeli di pengecer meskipun lebih mahal.

Pertamina: Pengecer Bukan Jalur Distribusi Resmi

Menanggapi kondisi ini, Area Manager Comm, Rel & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa distribusi gas 3 kg berjalan sesuai prosedur dan tidak ada kendala dalam suplai dari Pertamina ke agen serta pangkalan resmi. Ia juga menegaskan bahwa pengecer bukan bagian dari jalur distribusi resmi dan mengimbau masyarakat untuk membeli langsung di pangkalan resmi.

Baca Juga  Pengecer LPG 3 Kg Wajib Daftar! Simak Cara dan Persyaratannya

“Pengecer bukan bagian dari jalur distribusi resmi Pertamina. Kami sarankan masyarakat membeli di pangkalan resmi,” ujar Edi, Kamis (20/2/2025).

Selain itu, ia menyatakan bahwa Pertamina akan memberikan sanksi kepada agen dan pangkalan yang terbukti menjual LPG bersubsidi di atas HET.

“Kami tidak akan segan memberikan sanksi kepada agen dan pangkalan yang terbukti menjual LPG bersubsidi di atas HET dan melanggar aturan,” tutupnya.(des*)