Jakarta – Banyak pengendara mobil dan sepeda motor yang beranggapan bahwa menurunkan tekanan udara ban saat musim hujan adalah trik yang aman dilakukan untuk meningkatkan daya cengkeram ban di jalan licin. Tujuan mereka adalah agar tapak ban lebih rata dan dapat menggenggam jalan dengan lebih baik saat hujan.
Namun, pandangan tersebut dianggap keliru oleh Zulpata Zainal, On Vehicle Test (OVT) PT Gajah Tunggal Tbk. Menurutnya, mengurangi tekanan udara pada ban tidak memberikan manfaat positif, bahkan dapat menyebabkan masalah.
“Menurunkan tekanan udara pada ban justru membuat area kontak ban dengan jalan, atau contact patch, menjadi tidak maksimal,” ujar Zulpata dalam wawancaranya dengan Kompas.com. Hal ini, katanya, justru akan mengurangi daya cengkeram ban di jalan, bukan meningkatkan traksi seperti yang diyakini banyak orang.
“Tekanan udara ban yang terbaik adalah sesuai dengan rekomendasi pabrikan, baik itu saat melewati jalan kering maupun basah seperti saat hujan,” tambah Zulpata.
Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Chief Technology Officer Goodyear, Chris Halsel. Ia menjelaskan bahwa tekanan udara ban yang tidak sesuai dapat mempengaruhi stabilitas kendaraan, bahkan berisiko membahayakan pengendara.
Chris menegaskan, “Ketika tekanan udara ban lebih rendah dari rekomendasi, bentuk tapak ban akan berubah menjadi seperti huruf W, di mana bagian tengah ban tidak menyentuh jalan, yang bisa menyebabkan masalah kestabilan dan berpotensi memicu kecelakaan.”(des*)












