2022, Sumbar Usulkan Empat Calon Geopark Nasional

Kabid Pengembangan Destinasi dan Industri Dinas Pariwisata Sumbar, Doni Hendra, saat membuka Focus  Group Discussion (FGD) pengembangan ke-V  bertemakan “Implementasi  Geopark di Ranah Minang”. Kegiatan berlangsung di Grand Zuri Padang, Rabu, (15/12). (ist)


Padang – Dinas Pariwisata (Dinpar) Sumbar kembali menggelar Kegiatan ini diikuti OPD provinsi dan perwakilan Dinas Pariwisata se-Sumbar, serta badan pengelolah Geopark kab/kota.

Kadis Pariwisata Sumbar diwakili Kabid Pengembangan Destinasi dan Industri Dinas Pariwisata Sumbar, Doni Hendra mengatakan tahun 2021 Sumbar mendapatkan 3 geopark nasional, yakni Ngarai Sianok, geopark nasional Sawahlunto dan geopark ranah Silokek. Tahun 2022 Dinpar Sumbar juga mengusulkan 4 calon geopark nasional yakni Solok Selatan, Danau Singkarak dan Harau serta Talamau Pasaman.

“Alhamdulilah, SK warisan geologi sudah diterima dari kementerian SDM,” tuturnya.

Doni Hendra juga menyampaikan dua calon aspiring geopark yakni Dharmasraya dan Kabupaten Pasaman, Pasaman patut diapresiasi  karena ada semangat yang luar biasa dari Wakil Bupati Sabar As, di mana Pasaman dapat diangkat dari sisi geologinya selain equator.

“Tahun 2022 menuju Unesco Global Geopark, tahun nanti, untuk bergerak lebih maju perlu dukunhan anggaran dan regulasi dari pemerintah kabupaten kota,” ukarnya.

Doni mengajak Dinas pendidikan untuk mensosalisasikan geopark sebagai laboratorium hidup berupa ekstrakurikuler bagi siswa. karena kita tidak bisa Badan Pengelolah Geopark di 19 kab/kota tugas pemerintah mendorong regulasi dan anggaran, dimana yang bergerak dilapangan badan pengelolah di kabupaten Kota. Karena adanya masyarakat agar menuju Unesco global geopark.

Baca Juga  Bamus Betawi: Larangan Ziarah Kubur untuk Kemaslahatan

Doni menjelaskan, Badan Pengelola harus jelas program kerjanya, melibatkan berbagai unsur, dan paling penting komitmen pemerintah kab/kota baik regulasi maupun dukungan anggaran.

“Perlu ada komitmen bersama dari pemerintah kab/kota terkait regulasi dan dukungan Geopark,” tegasnya.

Lanjutnya, berbagai langkah perlu dilakukan untuk mendukung percepatan pengembangan geopark, diantaranya berupa sosialisasi kepada masyarakat dan kaum milenial secara komprehensif dengan tujuan untuk memberikan pengertian akan pentingnya pengelolaan geopark, yaitu untuk konservasi, edukasi dan ekonomi berkelanjutan.

Selain itu bisa mengembangkan antara warisan geologi, biologi dan budaya melalui interpretasi, pendidikan geowisata, melatih pemandu lokal, pariwisata operator dan masyarakat setempat, dengan informasi pengetahuan yang akan disampaikan ke wisatawan antara geologi dan ekologi.

Ketua Tim Geopark Ranah Minang, Febrinal Ismail mengatakan kita memiliki kekayaan alam, budaya dan flora fauna yang beragam merupakan aset yang berharga. Adapun langkah pelestarian kekayaan itu solusinya adalah keberadaan Geopark dengan pengembangan potensi sumber daya alam, pariwisata dan kearifan lokal yang berbasiskan agrobisnis dan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, adapun beberapa unsur yang menjadi penilaian Unesco terhadap kinerja Badan Pengelola geopark adalah masalah pendidikan, interpretasi dan pemahaman lingkungan.

Baca Juga  Pengusaha Muda Hachery DOD & DOC Irwan Syukriadi : Enterpreneur Itu Membahagiakan

Dia menjelaskan Konsep pengelolaan geopark konservasi jangan sampai punah, edukasi dan pemberdayaan. Dan paling penting semua harus terlibat.

“Ada beberapa komponen yang harus dilakukan oleh Badan Pengelola, dan harus bisa mensinergikan semua program-program yang ada di dalam Unesco. Karenanya Badan Pengelola memiliki petan strategis, bekerja dengan serius dan harus berhati-hati,” jelasnya.

Selain badan pengelolah yang profesional dan juga perlu bencmark seperti UGG Jeju dan UGG Yimengsan.

Katanya, adapun langkah menyiapkan menuju Unesco Global Geopark antaralai denhan enyiapkan paket-paket kunjungan (Masyarakat, Pemda, pakar-pakar terkait)

Juga membangun kapasitas masyarakat (Pokdarwis) Membangun sarana dan prasarana pendukung. Kemudian Menyiapkan sistem informasi (Promosi, Manajemen Keuangan, Paket-Paket Kunjungan).

Hal penting disiapkan adalah Sistem Pengelola Menyiapkan branding (Aspiring, Geopark Nasional, UGGp). Serta menyiapka  alat transportasi dan kenyamanan (rapih, sehat dan higenis).(von)


Editor : Edwardi