![]() |
| Komite MAN 1 Padang Panjang menggelar rapat lengkap dengan unsur pimpinan madrasah, Sabtu (28/8) di madrasah setempat. (Ist) |
Padang Panjang – Pengurus Komite MAN 1 Padang Panjang menggelar rapat lengkap dengan unsur pimpinan madrasah, Sabtu (28/8) di madrasah setempat. Rapat yang dipimpin langsung ketua komite, DR. Novi Hendri Dt. Bagindo Saidi itu dihadiri seluruh pengurus.
Kepala madrasah, H.Julpiadi Hutabarat menyampaikan kegembiraannya atas perhatian komite selama ini. Ia menyebut sudah tidak ada lagi istilah “sauak aia, mandian diri”. Pada umumnya madrasah perpikir keras bagaimana membangun sarana dan prasarana.
Namun lain halnya dengan madrasah yang umurnya lebih setengah abad ini, lembaga yang lebih dikenal dengan sebutan MAN Gunung ini mampu bersinergi menjalin hubungan harmonis dengan komite.
Siapapun tak akan menyangkal karena baru saja MAN 1 Padang Panjang mendapat dana hibah sebesar Rp135 juta dati Pemko Padang Panjang. Diperolehnya dana hibah ini tak terlepas dari kiprah ketua komite yang juga kini tengah menjadi anggota DPRD Padang Panjang yang ke empat kalinya.
Dana tesebut kini telah berubah menjadi bangunan sebanyak dua lokal. Lagi-lagi komite dalam hal ini menunjukkan kepiawaiannya menyiapkan bengkalai yang ada hingga menuntaskan bangunan tersebut sampai pembuatan tangga ke lantai dua. “Komite berkomitmen akan menyokong sepenuhnya kebijakan madrasah, mulai dari fisik, aktivitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan sampai kegiatan siswa. Komite siap di belakang MAN 1 Padang Panjang,” ucap Novi.
Pertemuan kali ini berlangsung di ruang kepala MAN 1 Kota Padang Panjang yang telah merampungkan rencana ke depan pembangunan MAN 1 Padang Panjang Tahun Pelajaran 2021/2022. Julpiadi tampak gembira dengan sikap optimis pengurus.
Usai rapat, ketua beserta jajajaran menyempatkan diri meninjau pembangunan yang kini tengah finishing. Lokal yang telah menelan biaya lebih Rp300 juta ini akan digunakan untuk PBM dalam waktu dekat.
Mengingat tingginya animo masyarakat yang mempercayakan pendidikan anaknya di madrasah, sementara madrasah memiliki keterbatasan finansial untuk melengkapi sarana, maka sangat besar harapan ke depannya akan datangnya bantuan dari pemerhati pendidikan. (von)













