Bappeda Pariaman Gelar Studi EHRA

Jhon Kennedy Aziz, Anggota DPR RI menyalurkan aspirasinya melalui Kementerian Sosial RI dalam bentuk pembangunan rumah layak huni di Kota Pariaman. (ist)

Pariaman – Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Kota Pariaman gelar pelatihan Enumerator dan Supervisor Study Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan atau dikenal dengan Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Pelatihan dilaksanakan di Aula Balaikota Pariaman, Kamis lalu.

“Studi EHRA adalah sebuah survey partisipatif di Kabupaten/Kota untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higinitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga. Study EHRA penting dilakukan karena pembangunan sanitasi membutuhkan pemahaman kondisi wilayah yang akurat,” ungkap Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Wilayah Bappeda Kota Pariaman, Rika Satya Ningsih pada sambutanya sebagai panitia acara ini.

Dikatakannya, selama ini ketersediaan data sanitasi dan higinitas sangat terbatas, tidak terpusat dan tersebar di berbagai kantor sehingga diharapkan studi EHRA ini akan menghasilkan data yang representatif sehingga dapat dijadikan pedoman untuk perencanaan sanitasi mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan sampai ke tingkat Kota Pariaman.

Baca Juga  Andre Rosiade Bantu Sopir Angkot yang Tangannya Patah dan Anaknya Sakit

“Sehubungan dengan percepatan pembangunan sanitasi di Kota Pariaman, maka Pemerintah Kota Pariaman melalui Bappeda Kota Pariaman menyelenggarakan studi EHRA atau Studi Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan, diawali dengan pembekalan tim studi EHRA yang telah dilaksanakan pada Juli 2021 lalu dan saat ini dilanjutkan dengan pelatihan bagi Enumerator dan Supervisor Study EHRA,” ujarnya.

Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan Enumerator terhadap konsep EHRA, memahami kuesioner dan melakukan pengumpulan data dalam studi EHRA. “Enumerator dalam studi EHRA ini adalah anggota kader kesehatan lingkungan dari desa/kelurahan yang ada di Kota Pariaman, ditambah dengan Saniatrian dari Puskesmas di Kota Pariaman,” tuturnya.

Salah satu keberhasilan studi EHRA ada pada peran Enumerator dan Supervisor, sejauhmana Enumerator mengumpulkan data yang akurat di lapangan serta kemampuan supervisor melakukan pengecekan kevalidan hasil data yang terkumpul dan memberikan laporan tentang hasil studi EHRA ke Tim Pelaksana Penyusunan Dokumen Studi EHRA Kota Pariaman.

Baca Juga  Korban Tewas Kebakaran Lapas Bertambah Jadi 48 Orang

“Karena itu saya berharap agar para Enumerator dan Supervisor studi EHRA yang hadir pada kesempatan ini untuk mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam mengikuti pelatihan ini, sehingga Enumerator dan Supervisor yang terlatih ini mampu melakukan pendataan secara maksimal di lapangan,” terangnya.

Narasumber yang didatangkan, Sugeng Riyanto dan Wibawadi Murdiwono dari Tim Percepatan Fasilitasi Provinsi Sumatera Barat dan dari Bappeda Kota Pariaman sendiri. (von)