| EGM PT. AP II BIM, Siswanto foto bersama dengan Kabid Perdagangan dan Ketua Koperasi Pemasaran Anak Nagari Minangkabau, Febrianti Takarina usai membuka kegiatan bazar.(ist) |
Ketaping – PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menggelar bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Selasar bandara. Bazar berlangsung Rabu (22/12) hingga Minggu (26/12).
Eksekutif General Manager (EGM) PT. AP II BIM, Siswanto mengatakan, bazar merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan perusahaan yang dipimpinnya. “Ini bagian dari misi kami mendorong UMKM lebih maju dengan produk yang bermutu,” katanya saat membuka kegiatan yang menggandeng Koperasi Pemasaran Anak Nagari Minangkabau itu.
Bandara menurutnya adalah pusat keramaian dan ekonomi. Bahkan dibandingkan mall, pergerakan orang jauh lebih banyak. Dia mencontohkan saat ini per hari ada sedikitnya 5.000 penumpang. Jika diantar dua orang saja, maka di bandara sudah ada 15.000 orang. Jumlah yang tentunya tak sedikit. “Jadi ini berpotensi produk lebih dikenal. Tapi, UMKM memang harus bisa memproduksi produk yang lebih bermutu dengan desain yang lebih berkelas,” ujarnya.
PT AP II saat ini lanjutnya tengah mengembangkan aplikasi “PADI” atau Pasar Digital. Lewat aplikasi ini, semuanya bisa berbelanja dan melihat produk yang diinginkan. “Nanti koperasi dengan anggotanya bisa masuk ke aplikasi ini dan memasarkan produknya, ” ulasnya.
Disambut baik
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar diwakili Kabid Perdagangan, Ridonald menyambut baik pelaksanaan bazar ini. Pandemi menurutnya telah memberi dampak yang cukup signifikan bagi UMKM. “Akibat pandemi, UMKM tidak bisa promosi. Tidak banyak aktivitas,” katanya.
Walau ada UMKM yang tetap eksis lewat jalur online menurutnya promosi dan penjualan tatap muka tetap lebih memberi peluang lebih besar untuk pemasaran produk UMKM. “Kini di bazar ini, para pelaku UMKM bisa memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung,” katanya.
Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Sumbar, Dodi. Dia mengatakan, UMKM adalah soko guru di Sumbar. UMKM sangat banyak menyerap tenaga kerja. Untuk itu menurutnya, selayaknya pemerintah untuk mengayomi mereka, sehingga bisa tetap bertahan di tengah badai pandemi. Kepada UMKM juga diingatkannya untuk tetap menjaga mutu dari produk yang diproduksi.
Koperasi Pemasaran Anak Nagari Minangkabau, Febrianti Takarina mengatakan, koperasi itu berdiri atas inisiatifnya bersama sejumlah pelaku UMKM lainnya yang tertarik dengan kepiawaiannya yang berhasil menembus pasar internasional, tepatnya Jerman. “Dengan tekad maju bersama dan bisa ekspor produk ke luar negeri, kita dirikan koperasi ini,” tegas perempuan dengan sapaan Bu Rina itu.
Di dalam koperasi berhimpun sejumlah UMKM bidang kuliner, jasa, pariwisata, kriya dan fashion.
Sebelumnya Kepala Bank Nagari Cabang Siteba, Muhidin Sada mengajak, pelaku UMKM untuk memanfaatkan pembiayaan dari Bank Nagari. Salah satunya adalah kredit usaha rakyat (KUR) dengan platform pinjaman sampai Rp500 juta. “Syaratnya juga tidak sulit. Cukup surat keterangan dari kelurahan atau nagari. Tak perlu SITU ataupun TDP,” tegasnya.
KUR ditegaskannya bedanya dengan pinjaman yang lain, karena jaminannya lebih rendah dari pinjaman. “Jaminannya 50 persen dari total pinjaman. Jika tak ada agunan, bisa dengan platform pinjaman sampai Rp25 juta,” tegasnya.
Hingga akhir tahun ini, Bank Nagari sendiri telah menyalurkan Rp1,4 triliun dana untuk KUR. (veri)
Editor : Edwardi












