![]() |
| Emma Yohanna |
Padang – Senator DPR RI asal Sumatera Barat, Emma Yohanna mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lumbung pangan bertahan hidup di tengah wabah pandemi Covid-19.
Ajakkan itu disampaikan Emma Yohanna, Anggota DPD RI, karena pandemi wabah Corona tidak tahu berakhir sampai kapannya.
“Artinya, keluarga dapat memanfaatkan perkarangan rumah dengan bercocok tanma sebagai lumbung pangan untuk ketahanan pangan keluarga,” ucap Emma Yohanna kepada Singgalang, melalui sambungan seluler.
Lebih lanjut dijelaskannya, keluarga dapat memanfaatkan seluruh potensi yang ada. Termasuk perkarangan rumah yang biasanya dibiarkan begitu saja. Misalnya, menanam buah-buahan dan sayuran yang dibutuhkan sehari-hari. Bahkan beternak pun bisa dilakukan.
“Lahan tidur harus diaktifkan kembali,” tegasnya.
Itu semua demi memenuhi asupan gizi keluarga. Apalagi, ditengah kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tidak tahu kapan akan berakhir.
“Bercocok tanam adalah solusinya. Jika PPKM, tentu gerak dibatasi. Sementara kita butuh asupan gizi yang cukup. Jika ditanami dengan sayur-sayuran dan buah-buahan serta beternak ayam tentu empat sehat lima sempurna yang dibutuhkan tubuh menambah daya tahan tubuh pun terpenuhi, tanpa harus keluar rumah,” jelas Emma Yohanna.
Hal serupa pun sudah dilakukan, Nawir seorang pensiunan PNS. Sejak pensiun ia selalu bercocok tanam di pekarangan rumah yang tinggal satu meter. Disana dia menanam sayur-sayuran hingga buah-buahan. Dan tak lupa ia pun beternak ayam.
“Di pekarangan saya ada pohon cabai, buah jambu, kentang, wortel, sayur kangkung. Semua kebutuhan sayur saya petik dari kebun pekarangan rumah.
Bahkan sekali-kali kami sekeluarga makan ayam dari hasil ternak,” ucap Nawir. Jumlah ayam ternak Nawir cukup banyak, ada 20 ekor. Itupun akan berkembang terus.
Di akhir sesi wawancara, Emma Yohanna maupun Nawir mengajak masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker dengan baik dan benar, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer, menjauhi kerumunan dan bepergian seperlunya saja. Terakhir, ia mengajak masyarakat untuk ikut vaksin, karena vaksin mampu melindungi dari dampak berat yang diakibatkan terpapar Virus Corona. “Walaupun vaksin sudah ada, namun prokes harus tetap dijalankan ya,” jelasnya. (yuni)













