Keputusan Sulit, Bandara Supadio Tak Lagi Internasional karena Lebih Banyaknya Warga Berangkat ke Luar Negeri

Bandara Supadio
ilustrasi

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatalkan status internasional Bandara Supadio di Kalimantan Barat. Keputusan ini didasari oleh lebih banyaknya warga yang berangkat ke luar negeri dibandingkan wisatawan asing yang masuk ke Kalimantan Barat.

“Pencabutan status ini merupakan keputusan yang sulit, namun diperlukan untuk menjaga keseimbangan devisa negara. Pemerintah Pusat mempertimbangkan bahwa kunjungan warga Kalimantan Barat ke luar negeri lebih tinggi daripada jumlah wisatawan asing yang masuk ke Kalbar,” ungkap Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, melalui WhatsApp grup.

Baca Juga  Dua Rumah di Padang Dilalap Api, Warga Selamatkan Harta Benda

Langkah ini diambil dalam upaya mengurangi kemudahan akses warga Indonesia ke luar negeri guna menjaga stabilitas devisa negara.

Selain itu, Harisson juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebiasaan warga Kalimantan Barat yang sering berobat ke luar negeri, terutama ke Malaysia (Kuching-Sarawak).

“Pertimbangan ini penting karena beberapa warga kita mulai mengandalkan layanan kesehatan di luar negeri, merasa bahwa mereka tidak akan sembuh jika tidak diobati di sana,” tambahnya.

Baca Juga  Rumah dan Perlengkapan Usaha Pelaminan Ludes Terbakar di Padang Bulan, Warga Panik Dini Hari

Pemerintah daerah akan terus memantau dan mengevaluasi dampak keputusan ini untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap terpenuhi.(des)