Sawahlunto – Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Santua Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menerapkan prosedur ketat untuk menjaga kebersihan dan keamanan ompreng atau wadah makan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses pencucian dilakukan secara berlapis dengan standar higienitas pangan serta pengawasan sanitasi yang disiplin.
Koordinator relawan bagian pencucian ompreng, Eka Defrianto, menjelaskan bahwa setiap wadah terlebih dahulu disiram air panas untuk melarutkan lemak, kemudian dicuci menggunakan sabun khusus, digosok, dibilas, dikeringkan, dan dilap hingga benar-benar bersih. Ia juga menegaskan bahwa peralatan pencuci ompreng dipisahkan dari perlengkapan memasak.
“Setiap ompreng disiram air panas dulu untuk menghilangkan lemak, lalu dicuci sabun, digosok, dibilas, dilap, dan dikeringkan. Peralatan pencuci juga khusus untuk ompreng,” jelas Eka di Sawahlunto, Senin (4/11).
Pada masa awal pelaksanaan, proses pencucian memakan waktu sangat panjang karena relawan masih beradaptasi serta fasilitas belum maksimal. Kini, setelah penambahan mesin pengering dan perbaikan metode kerja, proses menjadi jauh lebih cepat.
“Dulu mulai jam dua siang sampai jam lima subuh. Sekarang bisa selesai sekitar jam sebelas sampai dua belas malam,” tambahnya.
Pemilihan sabun cuci turut diperhatikan, yakni menggunakan produk yang aman bagi wadah makanan dan tidak meninggalkan residu berbahaya bagi siswa.
SPPG Santua Barangin memiliki 47 relawan, bekerja secara bergiliran dengan pembagian tugas yang jelas. Para relawan menerima upah Rp110.000 per hari, ditambah insentif bagi koordinator. Program ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar, termasuk mereka yang sebelumnya bekerja serabutan.
“Biasanya saya kerja proyek bangunan, tapi sekarang lagi sepi. Alhamdulillah bisa bekerja di sini,” ungkap salah satu relawan.
Selain menjaga sanitasi wadah, para relawan mendapatkan pendampingan tenaga kesehatan dan pengawasan rutin dari Dokkes Polres Sawahlunto untuk memastikan keamanan pangan tetap terjaga.
Upaya tersebut merupakan komitmen daerah dalam memastikan kualitas program makan bergizi untuk pelajar, guna mendukung kesehatan anak dan mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.(des*)












