Padang  

Pemko Padang Upayakan Pemulihan Sawah Terdampak Banjir

Kondisi hamparan lahan di Kampung Guo, Kuranji Kota Padang
Kondisi hamparan lahan di Kampung Guo, Kuranji Kota Padang

Padang – Banjir bandang yang menerjang Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada Sabtu (10/10/2026), menyebabkan puluhan hektare lahan pertanian kembali tertimbun material banjir. Pemerintah Kota Padang mencatat sekitar 34,5 hektare sawah terdampak, terutama di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menyampaikan bahwa lahan pertanian tersebut memerlukan penanganan dan rehabilitasi agar bisa kembali digunakan untuk kegiatan bercocok tanam.

Ia mengatakan, sawah yang terdampak kali ini merupakan kawasan yang sebelumnya telah menjalani proses pemulihan. Namun, bencana banjir kembali mengakibatkan lahan tersebut tertutup material sehingga membutuhkan perbaikan.

Menurut Yoice, sebelumnya pemerintah telah merehabilitasi lahan pertanian seluas 102 hektare menggunakan bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Setelah diperbaiki, lahan tersebut kembali produktif dan petani sudah dapat melakukan panen.

Meski demikian, banjir yang terjadi pada 3 Agustus 2026 sempat menyebabkan sekitar 30 hektare sawah tertimbun material. Bencana terbaru kembali menimbulkan kerusakan pada kawasan pertanian yang sama.

Baca Juga  Selesai dalam 45 Hari, Huntara Mandiri Kapalo Koto Mulai Ditempati Warga

Dinas Pertanian Kota Padang berencana menyampaikan laporan mengenai kondisi tersebut kepada Kementerian Pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mengupayakan dukungan anggaran tambahan agar sawah yang tertimbun dapat direhabilitasi kembali.

Yoice menjelaskan, penanganan akan difokuskan pada lahan yang masih memungkinkan untuk dipulihkan. Sementara itu, untuk sawah yang hanyut dan telah berubah menjadi aliran sungai, pihaknya belum melakukan tindakan lebih lanjut.

Selain kerusakan lahan, bencana tersebut juga berdampak pada penurunan frekuensi panen yang dapat dilakukan petani. Untuk mengurangi kerugian dan menjaga pendapatan masyarakat, Dinas Pertanian mendorong petani sementara waktu menanam komoditas selain padi.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk program peralihan komoditas pertanian. Dana tersebut telah disalurkan kepada petani guna membantu mereka mengembangkan tanaman alternatif selama lahan persawahan belum pulih sepenuhnya.

Baca Juga  Pemko Padang Siapkan Kota Sambut Jutaan Pemudik Lebaran 1446 H

Sejumlah petani kini mulai membudidayakan berbagai jenis tanaman, seperti kangkung, cabai, terung, dan jagung manis. Pengembangan komoditas alternatif ini diharapkan dapat mempertahankan kegiatan pertanian sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi petani selama proses rehabilitasi sawah berlangsung.

Pemerintah Kota Padang berharap upaya pemulihan lahan dan diversifikasi tanaman tersebut dapat membantu petani menghadapi dampak bencana, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah terdampak.(des*)