Jakarta – Minum air hangat dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama untuk pencernaan. Namun, kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya?
Minum air hangat dianjurkan baik dalam pengobatan tradisional China maupun perspektif medis Barat.
Dalam traditional Chinese medicine (TCM), air hangat dianggap lebih mudah diterima tubuh dibanding air dingin. Zachary Mulvihill, spesialis pengobatan integratif di NewYork-Presbyterian dan Weill Cornell Medicine, menjelaskan bahwa dalam pengobatan Timur, pencernaan dipandang sebagai “api dalam tubuh” yang memerlukan proses untuk mencerna apa pun, termasuk air. Air dingin, apalagi dari kulkas atau dengan es, dianggap lebih berat dicerna.
Sementara itu, pandangan medis Barat menekankan bahwa air penting untuk pencernaan karena membantu melarutkan makanan dan melunakkan feses. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa air hangat atau panas dapat membantu otot-otot saluran pencernaan rileks, sehingga pencernaan lebih lancar.
Waktu Terbaik Minum Air Hangat
Menurut Mulvihill, waktu yang paling efektif adalah pagi hari saat perut kosong setelah menyikat gigi. Kebiasaan ini membantu ginjal dan usus membersihkan sisa racun metabolisme.
“Saya menemukan bahwa segelas air hangat di pagi hari bisa merangsang gerakan usus. Ini sangat bermanfaat bagi orang yang mengalami sembelit,” ujarnya, mengutip Everyday Health.
Selain membantu pencernaan, minum air hangat juga dapat membuat urine pagi lebih jernih, menurunkan berat badan, meredakan sakit tenggorokan, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
“Jika Anda sedang sakit tenggorokan, minum air hangat atau teh lebih dianjurkan. Air dingin justru bisa memperburuk kondisi,” tambah Mulvihill.
Kebiasaan sederhana ini, meski mudah, bisa memberi dampak positif bagi kesehatan pencernaan dan tubuh secara keseluruhan.(BY)












