Motis 2026 Sukses Besar, Permintaan Tinggi Bikin Kuota Terlampaui

Ilustrasi program KA Motis.
Ilustrasi program KA Motis.

JakartaProgram Mudik Motor Gratis (Motis) yang digagas Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mencatat hasil melampaui target pada musim angkutan Lebaran 2026. Tingginya minat masyarakat membuat jumlah sepeda motor yang diangkut mencapai 12.419 unit, atau sekitar 104 persen dari target awal sebanyak 11.900 unit.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, mengungkapkan apresiasinya terhadap partisipasi masyarakat yang dinilai sangat tinggi. Ia menegaskan bahwa program ini bertujuan mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan mudik, dengan mengalihkan ke transportasi kereta api yang dinilai lebih aman dan nyaman.

Menurut Arif, pelaksanaan Motis tahun ini berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme tersebut juga terlihat dari adanya tambahan pengangkutan sebanyak 1.304 unit motor di luar kuota awal. Meski tidak direncanakan sebelumnya, seluruh permintaan tetap diakomodasi.

Baca Juga  Diskon Besar-Besaran iPhone di April 2024

Ia menilai capaian ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap program Motis sebagai alternatif mudik yang praktis dan efisien. Ke depannya, DJKA berencana mempertimbangkan penambahan kuota agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini.

Pada Lebaran tahun ini, Motis melayani tiga rute utama, yaitu jalur utara (Jakarta Gudang–Cepu), jalur tengah (Jakarta Gudang–Lempuyangan), serta jalur selatan (Jakarta Gudang–Madiun). Jadwal perjalanan yang teratur juga memberikan kepastian bagi pengguna, termasuk keberangkatan kereta Motis jalur selatan yang dijadwalkan pukul 04.50 WIB dari Stasiun Jakarta Gudang.

Secara tren, program Motis terus menunjukkan perkembangan positif sejak pertama kali dilaksanakan. Pada 2013, jumlah motor yang diangkut baru mencapai 827 unit. Angka tersebut meningkat signifikan hingga menyentuh 19.141 unit pada 2019. Setelah sempat terhenti pada 2021 akibat pandemi COVID-19, program ini kembali berjalan dan mencatat realisasi 13.132 unit pada 2024.(BY)