Jakarta – Senator Amerika Serikat dari Partai Republik, Bernie Moreno, menyatakan pandangannya yang tegas terhadap mobil buatan China, menyebutnya sebagai “kanker” dan menyerukan agar kendaraan asal China dilarang masuk ke pasar AS.
Melansir Car News China, Kamis (2/4/2026), Moreno berencana mengajukan rancangan undang-undang yang akan memperketat larangan pemerintah AS terhadap produsen mobil China. Aturan ini akan menutup pasar Amerika untuk semua kendaraan yang memiliki keterkaitan dengan China, termasuk perangkat keras, perangkat lunak, maupun kemitraan. Reuters juga melaporkan langkah ini.
Dalam Forum Otomotif menjelang Pameran Otomotif Internasional New York, Moreno menekankan bahwa rancangan undang-undang bertujuan memastikan tidak ada mobil China yang bisa dipasarkan di Amerika Serikat.
“Tidak akan pernah ada skenario di mana mobil China memasuki pasar kita,” tegasnya.
Langkah ini dirancang lebih ketat dibanding peraturan pemerintahan Biden yang diterapkan pada Januari 2025, di mana penjualan kendaraan penumpang China telah dilarang karena kekhawatiran keamanan nasional terkait pengumpulan data. Moreno juga membandingkan industri otomotif dengan sektor telekomunikasi, mengacu pada larangan AS terhadap Huawei.
“Kita tidak mengizinkan Huawei masuk ke infrastruktur telekomunikasi kita. Begitu pula dengan produsen mobil China. Kita akan mencegah kanker masuk ke pasar kita, dan berharap negara lain melakukan tindakan serupa,” katanya.
Sikap keras Moreno mencerminkan pengawasan yang belakangan ia lakukan terhadap perusahaan-perusahaan Amerika. Pada Februari lalu, Moreno mengkritik Waymo dalam sidang Senat terkait kemitraannya dengan Geely, induk perusahaan Zeekr dari China, menilai langkah itu bertentangan dengan kepentingan nasional AS dalam program robotaxi.
Lebih jauh, Moreno mendorong sekutu internasional untuk mengikuti standar AS.
“Saya berharap Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa mengadopsi aturan yang sama dengan kita sekarang,” ujarnya.
Rancangan undang-undang ini mendapatkan dukungan dari produsen mobil Amerika dan asosiasi perdagangan otomotif yang menekankan perlunya melindungi pasar domestik.
Namun, Kedutaan Besar China di Washington menolak langkah tersebut, menuduh AS menerapkan proteksionisme perdagangan dan kebijakan subsidi diskriminatif, serta menilai rancangan undang-undang ini melanggar prinsip persaingan yang adil.
Inisiatif legislatif ini muncul di tengah momen diplomatik sensitif, karena Presiden Donald Trump dijadwalkan mengunjungi China pada Mei mendatang. Hal ini berpotensi menimbulkan perbedaan pendekatan, karena Trump sebelumnya menyatakan kesediaannya menerima produsen mobil China membangun fasilitas di AS asalkan menyerap tenaga kerja lokal.(BY)












