Jalan Rusak, Minat Investor di Tanah Datar Terganggu

Bupati Tanah Datar Eka Putra.
Bupati Tanah Datar Eka Putra.

BatusangkarKepala daerah Kabupaten Tanah Datar, Eka Putra, menilai kerusakan infrastruktur jalan masih menjadi faktor utama yang menghambat masuknya investasi, khususnya di sektor pariwisata.

Ia menjelaskan, sejumlah calon investor yang tertarik menanamkan modal di Tanah Datar sering mengeluhkan kondisi akses jalan yang kurang layak. Padahal, sebagian besar ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

“Minat investor sebenarnya cukup besar, namun kondisi jalan yang rusak menjadi kendala serius dalam pengembangan pariwisata di daerah ini,” ujar Eka Putra saat menghadiri Musrenbang RKPD 2027 di aula kantor bupati, Selasa (31/3).

Menurutnya, meski potensi investasi cukup menjanjikan, keterbatasan infrastruktur jalan membuat para investor berpikir ulang untuk merealisasikan rencana mereka.

Baca Juga  Asuransi Usaha Tani Padi Sasar 2.500 Hektar Sawah di Tanah Datar

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terutama melalui alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD), guna memperbaiki jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi.

Ia menyebutkan, pihaknya berharap anggaran TKD sekitar Rp2 triliun dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas jalan. Meski begitu, ia tetap mengapresiasi langkah pemerintah provinsi yang telah melakukan perbaikan sementara di sejumlah titik menjelang Lebaran.

Eka Putra juga menyoroti beberapa ruas jalan yang memerlukan penanganan serius, salah satunya Jalan Panti di Kecamatan Rambatan yang terdampak bencana galodo dan hingga kini belum sepenuhnya diperbaiki.

Baca Juga  Penjaringan Hewan Liar di Tanah Datar Masih Terbatas

Selain itu, kebutuhan perbaikan dan pelebaran jalan juga terdapat di sejumlah wilayah lain, seperti di Nagari Cubadak (Simpang UIN Mahmud Yunus Batusangkar), Nagari Barulak yang berbatasan dengan Kabupaten Limapuluh Kota, serta ruas jalan di kawasan Ombilin.

Ia menambahkan, proses pembebasan lahan di beberapa lokasi tersebut sebenarnya telah selesai, termasuk pembayaran ganti rugi kepada masyarakat. Namun hingga kini, pembangunan jalan belum dilanjutkan.

“Lahan sudah siap, kompensasi juga sudah diberikan, tetapi pengerjaan jalan belum dilakukan dan kini mulai ditumbuhi semak,” ungkapnya.(des*)